BALIEXPRESS.ID – Warga Dusun Banjeng, Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, digemparkan dengan peristiwa mengejutkan yang terjadi pada Sabtu sore, 26 Maret 2025.
Seorang perempuan muda berinisial LDP (22), yang diketahui belum menikah, ditemukan telah melahirkan seorang bayi laki-laki di kamar mandi rumah orang tuanya.
Peristiwa itu terjadi di rumah pasangan Paeran dan Darsini, tepatnya di RT 01/RW 01, rumah nomor 25.
Kabar tersebut mencuat usai sejumlah petugas dari kepolisian dan tenaga medis dari Puskesmas setempat terlihat mendatangi lokasi.
Warga yang penasaran langsung berkerumun dan dibuat syok saat melihat petugas keluar membawa kain jarit yang berisi jasad bayi tak bernyawa.
Menurut keterangan Kapolsek Kawedanan, AKP Suparminto, pihaknya menerima laporan dari perangkat desa dan segera menuju lokasi.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, sebelum kejadian, LDP mengeluhkan kesulitan buang air besar. Orang tuanya lantas membelikannya obat pelancar BAB.
“Setelah minum obat, LDP masuk ke kamar mandi dan berada di dalam cukup lama, sekitar dua jam. Ia kemudian memanggil orang tuanya dalam kondisi lemas. Saat didatangi, LDP ternyata sudah melahirkan,” ujar Suparminto.
Sayangnya, bayi laki-laki yang dilahirkan ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan tali pusar terlepas di lantai kamar mandi.
LDP segera dievakuasi ke Puskesmas Kawedanan sebelum dirujuk ke RSUD dr Sayidiman Magetan karena mengalami pendarahan hebat dan sempat tidak sadarkan diri.
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui bahwa LDP sedang hamil. “Adik saya orangnya tertutup dan sensitif. Kami benar-benar tidak menyangka,” kata Nafis Vidia, kakak LDP.
Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas adiknya memang tidak sepenuhnya terpantau karena kesibukan masing-masing.
LDP diketahui bekerja di sebuah minimarket di kawasan Rejosari, sedangkan orang tuanya berjualan soto di pasar.
Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk melakukan otopsi terhadap bayi untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
“Bayi sudah kami bawa ke rumah sakit untuk diotopsi, dan kami berkoordinasi dengan Polres Magetan untuk penyelidikan lanjutan. Sementara LDP masih dirawat di rumah sakit,” tutup Suparminto. (*)
Editor : Nyoman Suarna