Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Motor Sering Dipinjam, Fauzi Tak Sangka Tetangganya Punya Niat Jahat

Putu Mita Damayanti • Kamis, 1 Mei 2025 | 04:19 WIB
DITANGKAP : Pelaku curanmor asal DKA Tegal Sawunggaling, Surabaya, ditangkap bersama penadahnya oleh Polsek Wonokromo.(IST/RADAR SURABAYA)
DITANGKAP : Pelaku curanmor asal DKA Tegal Sawunggaling, Surabaya, ditangkap bersama penadahnya oleh Polsek Wonokromo.(IST/RADAR SURABAYA)

BALIEXPRESS.ID– Kepercayaan dibayar dengan pengkhianatan. Itulah yang dialami M Fauzi,27, warga Jalan DKA Tegal Sawunggaling, Surabaya.

Motor Honda Beat miliknya raib dicuri oleh tetangga sendiri yang selama ini kerap meminjam kendaraan tersebut.

Pelaku pencurian, Ali Mahrus alias Didik,42, ternyata telah menyimpan niat jahat saat meminjam motor korban beberapa kali. 

Dari pinjaman itu, ia membuat duplikat kunci dan akhirnya melancarkan aksinya pada Selasa (18/3/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Wonokromo, Surabaya.

Motor milik Fauzi saat itu diparkir di depan toko tempat ia bekerja, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. 

Saat suasana lengang, pelaku terekam CCTV mengenakan sarung hijau dan hem abu-abu, berjalan kaki menuju motor. 

Tanpa kesulitan, ia menghidupkan motor menggunakan kunci duplikat dan membawanya kabur.

Korban baru menyadari motornya hilang saat hendak pulang. 

Ia sempat bertanya kepada warga sekitar, namun tak ada yang mengetahui. Akhirnya, korban memeriksa rekaman CCTV dan melapor ke Polsek Wonokromo.

“Pelaku memang tetangga korban. Ia mencuri menggunakan kunci duplikat yang diduga dibuat saat meminjam motor,” terang Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Ipda M Zahari.

Setelah berhasil membawa kabur motor, tersangka menjual kendaraan itu kepada seorang penadah, Faisal,35, warga Kedungdoro, Surabaya, seharga Rp4 juta. 

Faisal ditangkap saat tengah nongkrong di sebuah warung kopi kawasan Ngagel Jaya.

Tersangka Ali Mahrus mengaku baru sekali melakukan aksi curanmor.

“Namun masih kami dalami (kemungkinan lokasi lain). Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Zahari. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pencurian #niat jahat #surabaya