Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cinta Ditolak, Maut Menjemput! Wanita Dicor di Kandang Itik, Motifnya Bikin Ngeri!

Putu Mita Damayanti • Kamis, 1 Mei 2025 | 23:43 WIB

Jenazah Dwi Hastuti yang dicor di belakang rumah orang tua J di Dusun Brubuh RT 04 RW 01 Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, dievakuasi Kamis (1/5/2025) dini hari. (DOK.POLRES WONOGIRI)
Jenazah Dwi Hastuti yang dicor di belakang rumah orang tua J di Dusun Brubuh RT 04 RW 01 Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, dievakuasi Kamis (1/5/2025) dini hari. (DOK.POLRES WONOGIRI)

BALIEXPRESS.ID - Sebuah tragedi pembunuhan berdarah menggemparkan Desa Ngadirojo Lor, Wonogiri, Jawa Tengah. Dwi Hastuti (48), seorang wanita asal Desa Baturetno, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan: dicor di belakang rumah orang tua J (34), pria yang ternyata memiliki hubungan asmara dengannya.

Kasus mengerikan ini bermula dari jalinan asmara terlarang antara Dwi Hastuti dan J.

Informasi yang berhasil dihimpun mengungkapkan bahwa Dwi Hastuti mendesak J untuk menikahinya.

Baca Juga: Aksi Nekat di Dini Hari Berujung Timah Panas! Dua Pemuda Asal Sumba Dibekuk Usai Gasak Motor di Bali

Namun, harapan Dwi bertepuk sebelah tangan. J menolak mentah-mentah permintaan tersebut lantaran dirinya sudah memiliki seorang istri dan anak di rumah.

Penolakan ini memicu pertengkaran hebat di antara keduanya.

Emosi yang memuncak membuat J gelap mata. Dalam kondisi kalap, pria berusia 34 tahun itu nekat mencekik dan membekap Dwi Hastuti hingga meregang nyawa.

Usai melakukan perbuatan kejinya, J dilanda kepanikan. Ia kemudian menyeret jasad Dwi Hastuti ke belakang rumah orang tuanya, berusaha menyembunyikan jejak kejahatannya.

Dengan pikiran kalut, J mengambil tindakan mengerikan: mengecor mayat Dwi Hastuti di dekat kandang itik, berharap jasad korban tidak akan pernah ditemukan.

Baca Juga: Sosok Kapendam Udayana Koloonel Inf Candra: 'Alumni' Batalyon Daerah Perbatasan yang Kini Duduki Jabatan Strategis

Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, dengan tegas membenarkan bahwa motif asmara menjadi pemicu utama pembunuhan sadis ini.

"Pelaku tidak mau menikahi korban karena sudah memiliki keluarga," ujar Iptu Agung, mengungkapkan fakta yang membuat bulu kuduk berdiri.

Kini, pelaku J telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, jenazah Dwi Hastuti telah dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus tragis ini.

Kronologi Pembunuhan yang Terungkap:

  1. Awal Mula Pertemuan: Dwi Hastuti mendatangi J dengan harapan agar pria itu mau menikahinya. Namun, J yang terikat pernikahan menolak permintaan tersebut.
  2. Pertengkaran Sengit: Penolakan J memicu perdebatan panas antara keduanya. Emosi yang tak terkendali akhirnya membuat J hilang kendali diri.
  3. Aksi Pembunuhan Brutal: Dalam keadaan kalap, J mencekik dan membekap Dwi Hastuti hingga korban tak berdaya dan meninggal dunia.
  4. Panik dan Hilangkan Jejak: Setelah menyadari perbuatannya, J panik dan menyeret mayat korban ke belakang rumah orang tuanya.
  5. Pengecoran Mengerikan: Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, J dengan tega mengecor jasad Dwi Hastuti di area dekat kandang itik.
  6. Terungkapnya Kejahatan: Akhirnya, mayat Dwi Hastuti ditemukan dan J berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku mengakui perbuatannya yang dilatarbelakangi oleh penolakan cinta.

Faktor Mengerikan di Balik Pembunuhan:

Kasus pembunuhan tragis ini menjadi pengingat betapa berbahayanya hubungan asmara yang tidak sehat dan bagaimana penolakan cinta dapat berujung pada tindakan kekerasan yang mengerikan.

Baca Juga: Kisah Kreteg Tua Sibang Gede: Lebih dari Sekadar Jembatan di Bali, Ada Bisikan Gaib di Balik Kokohnya Ratusan Tahun!

Penting bagi setiap individu untuk menjunjung tinggi komunikasi yang baik dan menghormati keputusan masing-masing dalam sebuah hubungan, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pembunuhan #mayat wanita #asmara #wonogiri