Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Minta Kasus Human Trafficking Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Kang Dedi Mulyadi Dikecam Netizen: Begini Katanya

Putu Mita Damayanti • Kamis, 8 Mei 2025 | 23:42 WIB
KDM: Pertemuan Kang Dedi Mulyadi dengan eks karyawan OCI soal kasus human trafficking.
KDM: Pertemuan Kang Dedi Mulyadi dengan eks karyawan OCI soal kasus human trafficking.

BALIEXPRESS.ID – Kunjungi Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, oleh eks karyawan OCI yang menjadi korban kasus dugaan human trafficking berbuntut panjang. 

Kisah pilu yang sempat viral beberapa waktu lalu kembali mencuat usai Kang Dedi menyarankan penyelesaian secara kekeluargaan.

Kasus tersebut menyeret nama sebuah perusahaan pengolahan ikan yang diduga mengeksploitasi anak-anak dan wanita selama bertahun-tahun. 

Sejumlah korban mulai angkat bicara dan mengungkap pengalaman kelam mereka selama bekerja di bawah tekanan dan ketidakadilan.

Dalam unggahan video di akun youtube Kang Dedi, ia tampak berdialog dengan salah satu korban yang mengaku trauma dan kehilangan masa kecil akibat praktik kerja paksa. 

Namun, alih-alih menyerukan penegakan hukum, Kang Dedi justru menyarankan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.

Respons publik pun tak terbendung. Salah satu komentar dari akun @alatsaf menjadi sorotan, dengan pernyataan keras menolak pendekatan kekeluargaan atas kasus serius tersebut.

Ia menulis, "Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia, perbudakan, dan kekerasan terhadap anak-anak serta wanita. Mana bisa diselesaikan dengan kekeluargaan?"

Komentar itu menuai dukungan luas dari netizen lainnya yang menilai pernyataan Kang Dedi berpotensi menjadi preseden buruk. 

Mereka mendesak agar pelaku tetap diadili dan diberikan hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Pakar hukum dan aktivis HAM turut angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan tidak bisa dijadikan jalan keluar untuk kasus-kasus berat seperti human trafficking yang melanggar hukum nasional dan internasional.

Walau niat Kang Dedi mungkin bersifat damai dan memperhatikan sisi kemanusiaan, banyak pihak menilai bahwa penyelesaian damai justru melemahkan kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan sosial.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat, bukan hanya karena keparahan kasusnya, tetapi juga karena respons tokoh publik terhadap tragedi yang menyentuh nilai-nilai dasar kemanusiaan. 

Desakan agar pelaku diadili terus menggema di media sosial dan forum publik. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#kekeluargaan #human trafficking #netizen #dedi mulyadi