Lebih Mengerikan dari Dugaan Awal! Jenazah Bayi Dikirim via Ojol Ungkap Skandal Inses Kakak-Adik!
Putu Mita Damayanti• Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:01 WIB
Dua pelaku pengirim jenazah bayi lewat driver online
BALIEXPRESS.ID - Kasus pengiriman jenazah bayi tak bernyawa melalui jasa ojek online di Kota Medan, yang awalnya mengundang tanda tanya besar, kini menyeruak ke permukaan dengan fakta yang jauh lebih mencengangkan dan mengerikan.
Di balik tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut, polisi membongkar dugaan kuat hubungan inses antara kakak dan adik yang diyakini sebagai orang tua dari bayi malang tersebut!
Dua pelaku yang diduga terlibat dalam skandal keluarga ini, berinisial NH dan R, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.
Informasi awal menyebutkan bahwa keduanya tidak tinggal dalam satu rumah, namun R seringkali datang menemui NH dan melakukan hubungan badan secara berkala.
Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Gideon Arif Setyawan, menegaskan bahwa status hubungan keduanya sebagai saudara kandung masih menunggu hasil tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) atau uji genetik.
"Itu (bayi hasil hubungan inses) harus ada uji DNA," jelas Gideon dalam keterangan resminya, menunjukkan kehati-hatian pihak kepolisian dalam mengungkap fakta sebenarnya.
Jenazah bayi laki-laki yang ditemukan di dalam tas hitam yang dikirim melalui aplikasi ojek online tersebut diduga kuat merupakan hasil hubungan intim di luar pernikahan.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa ayah biologis sebenarnya dari bayi malang tersebut.
"Hubungan intim itu sedang kami dalami, siapa yang berperan itu dalam penyelidikan," lanjut Gideon, mengindikasikan adanya kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kasus ini mencuat ke publik berkat kejelian seorang driver ojol berinisial MYA (35).
Ia menerima order tak lazim dari seseorang bernama Rudi, warga Jalan Yos Sudarso, untuk mengantarkan paket mencurigakan ke sebuah TPU Muslim di Jalan Muchtar Basri, Medan.
Sesampainya di lokasi, penerima paket tidak mengenali pengirim.
Saat tas dibuka, isi di dalamnya membuat semua orang terkejut dan ngeri: jenazah bayi yang terbungkus kain, lengkap dengan sajadah, dan secarik surat bertuliskan, "Serahkan paket ini ke marbot masjid."
Kini, mata publik tertuju pada hasil uji DNA yang diharapkan menjadi kunci utama untuk membongkar misteri kelam di balik tragedi yang menggemparkan ini.
Polisi juga terus menggali latar belakang hubungan gelap yang berujung pada peristiwa memilukan ini, mencari tahu motif dan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.
Misteri apa lagi yang tersembunyi di balik kasus jenazah bayi yang dikirim via ojek online ini?