BALIEXPRESS.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menggebrak dengan temuan mencengangkan saat blusukan ke berbagai daerah.
Kali ini, sorotan tajam mengarah pada kondisi menyedihkan sebuah rumah kontrakan di Majalengka, dihuni oleh 13 jiwa dalam ruang yang sempit dan kumuh.
11 Anak, Orang Tua Pengangguran: Potret Buram Keluarga Tanpa Rencana!
"Anaknya 11, yang jualan malah anaknya. Ayah-ibunya tidak kerja. Ini bukan soal banyak rezeki, tapi tanggung jawab masa depan," ungkap Dedi dengan nada prihatin saat berkunjung ke Cirebon, mengisahkan potret buram keluarga yang hidup tanpa perencanaan.
Dedi menekankan pentingnya kesadaran diri dalam menjalankan program Keluarga Berencana (KB), bukan sekadar instruksi pemerintah.
"Saya tidak ingin warga Jabar hidup seperti itu. Kesadaran harus tumbuh dari diri sendiri," tegasnya.
Kisah Inspiratif: Bapak 7 Anak Pilih MOP Demi Masa Depan!
Di tengah kondisi menyedihkan, Dedi juga menemukan secercah harapan.
Ia menceritakan pertemuannya dengan seorang bapak yang berani mengambil langkah langka: menjalani MOP (Metode Operasi Pria) setelah memiliki tujuh anak.
"Hebatnya, semua anaknya sekolah. Ini contoh kesadaran yang luar biasa," puji Dedi dengan kagum.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran KB bisa tumbuh dari inisiatif individu.
"Banyak Anak, Banyak Rezeki?" Dedi: "Atur Kelahiran, Lebih Bijak!"
Dedi meluruskan pemahaman keliru tentang slogan lama "banyak anak banyak rezeki".
"Banyak anak banyak rezeki itu ada benarnya, tapi mengatur kelahiran itu jauh lebih benar," tegasnya.
Menurutnya, perencanaan keluarga menjadi kunci untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Kualitas hidup, bukan sekadar kuantitas, yang harus menjadi prioritas.
Baca Juga: Geger Dini Hari: Kepergok Satpam, Maling Kabel dengan Ransel 'Mewah' Berakhir di Kantor Polisi!
Temuan Dedi Mulyadi ini menjadi tamparan keras bagi kesadaran masyarakat tentang pentingnya program KB. Masa depan generasi penerus Jawa Barat berada di tangan kita. ***
Editor : I Putu Suyatra