BALIEXPRESS.ID – Pagi yang tenang di Desa Tremes, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, mendadak pecah oleh kobaran api! Sebuah mobil tiba-tiba dilalap si jago merah di dekat Balai Desa Tremes pada Rabu (14/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Insiden misterius ini langsung menggemparkan warga sekitar yang penasaran.
Kepala Desa Tremes, Parman, membenarkan peristiwa mengkhawatirkan tersebut.
"Betul, ada mobil terbaar di wilayah kami. Kejadiannya sekitar pukul 09.30," ujarnya kepada awak media.
Nyaris Tanpa Korban Jiwa, Identitas Pengemudi Jadi Tanda Tanya!
Beruntung, dalam insiden mencekam ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material akibat lahapan api belum bisa dipastikan.
Mobil Suzuki Carry lawas dengan pelat nomor AD 1380 menjadi saksi bisu kobaran api.
Sayangnya, sebagian pelat nomor bagian belakang hangus tak terbaca, menambah misteri identitas pemilik kendaraan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa mobil tersebut dikendarai oleh seorang pria yang dikenal sebagai ustaz dari wilayah Girimarto yang berprofesi sebagai penjual rambak.
"Saya tidak tahu namanya, cuma dengar katanya Pak Ustaz dari Girimarto, jualan rambak," ungkap Kades Parman.
Benarkah Modifikasi BBM Jadi Pemicu? Korsleting Lebih Masuk Akal?
Sempat muncul spekulasi liar bahwa mobil tersebut dimodifikasi untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) secara ilegal.
Namun, Kepala Desa Parman tidak dapat membenarkan isu tersebut. Ia justru menduga kuat penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.
"Kalau soal tangki dimodifikasi saya tidak tahu. Tapi informasi yang saya dapat, mobil itu datang dari arah timur, bawa rambak, dan rambaknya sempat diturunkan sebelum kebakaran terjadi," jelas Parman, memberikan petunjuk penting terkait kronologi kejadian.
Bukan Ledakan Dahsyat, Tapi Ban Pecah Bikin Panik!
Tidak ada ledakan dahsyat yang terjadi, hanya bunyi letusan keras dari ban mobil yang pecah akibat panasnya api.
Beruntung, kesigapan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Sidoharjo berhasil memadamkan api dengan cepat, mencegah kerugian yang lebih besar.
"Paling bannya yang meledak. Api juga cepat padam, pemadaman dibantu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Sidoharjo," pungkasnya.
Lantas, benarkah korsleting menjadi penyebab tunggal kebakaran ini? Atau adakah misteri tersembunyi di balik insiden yang menghebohkan warga Tremes ini?
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan tuntas untuk mengungkap tabir di balik kobaran api. ***
Editor : I Putu Suyatra