Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Petani Dipaksa Beli Pupuk Diduga Palsu, Nama Menantu Wakil Bupati Terseret: Begini Kejadiannya

Putu Mita Damayanti • Jumat, 16 Mei 2025 | 22:23 WIB
PUPUK PALSU: Seorang petani menunjukkan pupuk yang diduga palsu, dijual oleh menantu Wabup Sragen.
PUPUK PALSU: Seorang petani menunjukkan pupuk yang diduga palsu, dijual oleh menantu Wabup Sragen.

BALIEXPRESS.ID – Sebuah video viral di media sosial mengungkap dugaan praktik pemaksaan terhadap petani di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, untuk membeli pupuk non-subsidi bermerek NPK Enviro demi bisa mendapatkan jatah pupuk subsidi dari pemerintah. 

Yang menghebohkan, pupuk tersebut disebut-sebut dijual oleh Salman, yang diklaim sebagai menantu Wakil Bupati Sragen, Suroto.

Video tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @matajatenq pada Senin (12/5) dan langsung menyulut perhatian publik. 

Dalam video berdurasi pendek itu, seorang pria memperlihatkan hasil perendaman pupuk yang berubah menyerupai tanah dan batu. 

Ia mengklaim, kelompok tani harus membeli pupuk NPK Enviro dari Salman jika ingin menerima pupuk subsidi.

“Kalau tidak beli NPK Enviro dari Salman, petani tidak dapat pupuk subsidi. Sudah kami uji, pupuknya seperti tanah. Bapak saya tidak mau pakai,” ujar pria yang mengaku sebagai anak dari Supardi, salah satu petani setempat.

Keluhan serupa disampaikan sejumlah petani lain di wilayah tersebut. Mereka menyatakan praktik ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat merugikan petani kecil. 

"Kalau tidak beli pupuk itu, langsung dicoret dari daftar penerima subsidi," ungkap seorang petani yang memilih anonim karena alasan keamanan.

Kasus ini memunculkan dugaan adanya campur tangan keluarga pejabat daerah dalam distribusi pupuk non-subsidi, dan menjadikannya sebagai “tiket wajib” untuk mengakses subsidi resmi dari pemerintah.

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini, mengaku telah menerima laporan masyarakat. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) dan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kebenarannya,” ujarnya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Ratno, menyebut ada kemungkinan pupuk yang dipermasalahkan adalah palsu. 

 Baca Juga: Misteri Lansia Ditemukan Membusuk di Kamar, Dikenal Sebagai Pribadi Tertutup: Diduga Ini Penyebab Kematiannya

“Dilihat dari bentuk dan reaksi perendamannya, memang mencurigakan. Tapi harus diuji secara laboratorium dulu untuk bisa memastikan,” katanya.

Para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Sragen segera bertindak dan mengusut dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam praktik semacam ini. 

Mereka juga meminta agar pupuk NPK Enviro diuji kualitasnya secara transparan dan terbuka kepada publik.

Hingga berita ini ditulis, pihak Wakil Bupati Suroto dan nama yang disebut-sebut, Salman, belum memberikan klarifikasi. 

Sementara itu, situasi di lapangan masih menunggu hasil investigasi dari dinas pertanian dan pihak berwenang lainnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#petani #palsu #Wabup #subsidi #pupuk #menantu