Tragis Seorang Ibu Ceburkan Anaknya yang Masih Balita ke Sumur: Sempat Ditolong, tapi Nyawanya Tak Tertolong
I Putu Suyatra• Senin, 26 Mei 2025 | 02:11 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Sebuah peristiwa memilukan mengguncang Kecamatan Wedi, Klaten, pada Sabtu (24/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang bocah berusia tiga tahun meninggal dunia setelah diduga diceburkan ke dalam sumur oleh ibu kandungnya sendiri.
Insiden tragis ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan masalah kesehatan mental.
Jajaran Polsek Wedi mendapatkan laporan mengenai kejadian ini sekitar pukul 13.00 WIB.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai S (41), warga Desa Pasung, Kecamatan Wedi, diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan sering keluar masuk Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).
Kronologi Pilu: Anak Dibawa Saat Suami Tak di Rumah
Kapolsek Wedi, AKP Eko Pujianto, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, suami S, berinisial A (30), warga Desa Brangkal, sedang mengantarkan kerabatnya ke RSUD Bagas Waras Klaten.
Selama ini, S dan anaknya memang dipisahkan karena kekhawatiran akan kondisi kejiwaan S.
"Awal mula kejadian, suaminya sedang mengantarkan buleknya untuk periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten. Jadi si korban di rumah bersama simbah buyutnya," ujar Eko pada Minggu (25/5).
"Selama ini ibu dan anaknya dipisahkan, karena dikhawatirkan ibunya yang gangguan jiwa terjadi sesuatu pada anaknya,” imbuhnya.
Namun, pada Sabtu pagi itu, S mendatangi kediaman suaminya, membawa balita tersebut ke belakang rumah, dan kemudian menceburkan diri bersama anaknya ke dalam sumur.
Detik-detik Penyelamatan dan Luka Fatal Balita
Simbah buyut korban yang melihat kejadian itu sontak berteriak meminta pertolongan tetangga.
Dua warga segera datang dan berusaha menolong. Dalam upaya penyelamatan yang dramatis, warga berhasil merebut balita tersebut dari genggaman S yang terus membenamkannya di dalam sumur.
"Ada dua warga yang berusaha mengamankan anaknya terlebih dahulu karena posisinya berada di dalam sumur sambil dibenam-benamkan oleh ibunya sehingga warga berusaha merebut di dalam sumur dan bisa tertolong,” jelas Eko.
Saat berhasil diselamatkan, sang anak dalam kondisi tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RSUD Bagas Waras Klaten.
Sayangnya, nyawa balita tersebut tak tertolong.
"Untuk anak mengalami luka di bagian kepala. Dimungkinkan oleh ibunya dibenturkan di bagian dinding sumur itu. Apalagi dimasukan ke dalam sumur, otomatis juga minum airnya sehingga tidak bisa bernafas. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi sampai di sana dinyatakan telah meninggal dunia,” terang Eko.
Sementara itu, S dievakuasi oleh Bhabinkamtibmas dan dibawa kembali ke RSJD untuk penanganan lebih lanjut.
Sumur Sedalam Hampir Empat Meter Jadi Saksi Bisu
Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti.
Sumur yang menjadi lokasi kejadian memiliki diameter 1 meter dengan pagar setinggi 70 cm.
Kedalaman sumur dari bibir hingga permukaan air sekitar 140 cm, dan dari permukaan air hingga dasar sumur sekitar 240 cm, sehingga total kedalaman sumur sekitar 3,8 meter.
"Kami sudah melakukan olah TKP dengan mengukur kedalaman dan diameter sumur serta sebagainya untuk memastikan saja. Kemudian mengarahkan keluarga korban dan para saksi untuk membuat laporan di Mapolres Klaten. Jadi penanganan sekarang di Unit PPA Polres Klaten, kami hanya melakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi-saksi,” tutup Eko.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA Polres Klaten untuk penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap individu dengan masalah kesehatan mental dan perlindungan anak dalam lingkungan keluarga. ***