Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Paksa dan Palak Penumpang saat Antri Bus, Dua Preman Ditangkap Polisi: Begini Kronologinya

Nyoman Suarna • Selasa, 27 Mei 2025 | 23:25 WIB
DIPERIKSA : Dua preman diamankan Unit Reskrim Polsek Waru diduga Lakukan pemalakan di Terminal Purabaya, Sidoarjo.
DIPERIKSA : Dua preman diamankan Unit Reskrim Polsek Waru diduga Lakukan pemalakan di Terminal Purabaya, Sidoarjo.

BALIEXPRESS.ID – Aksi premanisme di Terminal Purabaya, Bungurasih, kembali menjadi sorotan. Dua preman nekat yang diduga memalak calon penumpang bus berhasil diamankan oleh Polsek Waru, Sidoarjo, dalam waktu singkat setelah adanya laporan dari korban.

Kedua pelaku berinisial AK (64), warga Pagerwojo, Buduran, dan BS (55), warga Joyoboyo Timur, Surabaya, kini harus berurusan dengan hukum atas dugaan pemalakan terhadap calon penumpang bus asal Kudus, Jawa Tengah.

Kejadian ini bermula pada Senin (26/5) ketika seorang calon penumpang berinisial TS (30) hendak pulang ke Kudus menggunakan bus Jaya Utama jurusan Surabaya–Semarang. TS sempat diantar oleh temannya, namun setelah bus tak kunjung datang, ia ditinggal sendiri di area terminal.

Tak lama kemudian, seorang pria bertubuh kurus dan berkacamata menghampiri korban, mengaku sebagai mandor bus dan mencoba memaksa korban ikut bersamanya.

“Korban ditarik dan dipaksa oleh pelaku, hingga merasa terancam dan melapor ke kami,” ungkap AKP Adik Agus Putrawan, Kanit Reskrim Polsek Waru, Selasa (27/5).

Mendapat laporan, tim Reskrim Polsek Waru langsung melakukan razia di Terminal Purabaya. Tak butuh waktu lama, dalam kurun tiga jam, petugas berhasil menangkap dua pelaku di area terminal tanpa perlawanan.

“Kami amankan dua terduga preman yang diduga mengganggu dan hendak memalak calon penumpang. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” jelas AKP Putrawan.

Penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Waru dalam menciptakan terminal yang aman dan bebas dari premanisme.

Aksi seperti ini dinilai sangat meresahkan masyarakat, khususnya penumpang yang hendak bepergian menggunakan transportasi umum.

“Kami akan terus memberantas premanisme di wilayah hukum kami. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas,” tegas Putrawan.

Saat ini, kedua preman masih menjalani pemeriksaan lanjutan, dan pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan pemalakan di kawasan terminal. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#preman #palak #paksa #ditangkap #penumpang