Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketua PCNU Pamekasan dan Istri Tewas dalam Kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo

Putu Mita Damayanti • Minggu, 15 Juni 2025 | 02:47 WIB
RINGSEK: Kondisi mobil Zenix yang ditumpangi korban ringsek parah di bagian depan usai menabrak truk di tol Paspro. Inset, korban semasa hidup.
RINGSEK: Kondisi mobil Zenix yang ditumpangi korban ringsek parah di bagian depan usai menabrak truk di tol Paspro. Inset, korban semasa hidup.

BALIEXPRESS.ID — Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan tengah dirundung duka mendalam. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, K.H. Taufik Hasyim (43), dan istrinya Hj. Amiratul Mawaddah (29), meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo KM 835.600/A, Sabtu (14/6) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

K.H. Taufik Hasyim yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu tengah melakukan perjalanan bersama keluarganya dengan menggunakan mobil Toyota Innova Zenix bernomor polisi N 1086 EL. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Moh Sholehoddin (26), warga Palengaan, Pamekasan.

Selain pasutri tersebut, di dalam mobil juga terdapat tiga penumpang lain, yakni dua anak korban berinisial SYA dan AL, serta seorang kerabat bernama Siti Sulaiha (21).

Kecelakaan terjadi ketika mobil Zenix menabrak bagian belakang truk Mitsubishi bernopol DK 8348 CT yang dikemudikan oleh Siswoyo.

Kedua kendaraan melaju searah dari Pasuruan menuju Probolinggo, tepatnya di jalur lambat.

“Diduga pengemudi mobil mengalami micro sleep, sehingga kehilangan kendali dan menabrak truk di depannya,” ujar Panit Jatim 4 Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, Ipda Firman.

Benturan keras membuat bagian depan mobil Zenix ringsek parah. Sementara truk mengalami kerusakan di bagian belakang.

Akibat insiden ini, K.H. Taufik Hasyim dan istrinya meninggal di tempat. Empat penumpang lainnya langsung dievakuasi ke RSUD Ar-Rozy.

“AL dan Siti Sulaiha dalam kondisi selamat dan sehat. SYA mengalami luka ringan, sementara sopir mobil mengalami luka berat,” jelas Firman.

Kanit Gakkum Polres Probolinggo Kota, Ipda Farouk, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. “Mohon waktu,” ujarnya singkat.

Kabar duka ini menjadi pukulan berat bagi warga NU, khususnya di Pamekasan dan Jawa Timur.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan atas wafatnya tokoh muda NU yang dikenal santun dan aktif dalam berbagai kegiatan keumatan tersebut. (*) 

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#kecelakaan #pamekasan #pcnu #meninggal dunia