Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Warga Terseret Arus Sungai saat Cari Ikan, BPBD Kerahkan 75 Personel Lakukan Pencarian

Putu Mita Damayanti • Rabu, 18 Juni 2025 | 21:15 WIB
Setelah tiga hari pencarian, korban bernama Tutur alias Miskam berhasil ditemukan di aliran sungai wilayah Wadas Pecah, Dusun Sirebut, Desa Kauman.
Setelah tiga hari pencarian, korban bernama Tutur alias Miskam berhasil ditemukan di aliran sungai wilayah Wadas Pecah, Dusun Sirebut, Desa Kauman.

BALIEXPRESS.ID – Upaya pencarian dua warga yang hilang akibat terseret arus Sungai Kedungbangkong, Desa Kauman, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, akhirnya berakhir setelah tiga hari.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir, Tutur alias Miskam, pada Selasa (17/6/2025) siang.

Menurut Koordinator Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) SAR Kaliwiro, Habib, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 11.05 WIB di aliran sungai wilayah Wadas Pecah, Dusun Sirebut, Desa Kauman, berjarak sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia dan tersangkut di antara dua batu besar di aliran sungai,” ujar Habib.

Jenazah langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa untuk proses identifikasi oleh tim medis dan pihak kepolisian sebelum diserahkan kepada keluarga.

Dengan ditemukannya korban kedua, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Sebelumnya, korban pertama, Wahyu Hidayat (31), yang merupakan rekan Tutur, ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi (15/6), sekitar dua kilometer dari lokasi kecelakaan.

Keduanya diketahui terseret arus saat sedang mencari ikan di sungai pada Sabtu sore (14/6). Arus deras akibat kondisi cuaca buruk diduga menjadi penyebab utama musibah tersebut.

Sebanyak 75 personel dikerahkan dalam operasi ini, yang melibatkan unsur SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, Pos Basarnas, TNI, Polri, dan warga sekitar. 

Metode pencarian mencakup penyisiran darat dan sungai dengan perahu karet, serta penggunaan teknologi drone dan alat pendeteksi bawah air aquaeye.

Habib menjelaskan bahwa medan yang berat, licin, dan arus yang deras menjadi tantangan besar dalam pencarian. “Tapi alhamdulillah, semua korban bisa ditemukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Dudi Wardoyo, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sungai, terutama saat cuaca ekstrem.

“Ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.

 Baca Juga: Bupati Pati Minta Maaf Usai Aksi Trio Srigala di Pendopo Pemerintahan

Duka mendalam menyelimuti Desa Kauman atas kehilangan dua warganya dalam insiden tragis ini. Kedua jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#terseret arus #personel #BPBD #warga #mancing #sungai