BALIEXPRESS.ID – Kasus penemuan mayat perempuan tanpa kepala di Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya menemui titik terang.
Polisi berhasil menangkap pelaku mutilasi sadis berinisial W (25), warga Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman.
Fakta mencengangkan pun terungkap — tersangka tak hanya menghabisi satu korban, tapi tiga sekaligus!
Baca Juga: Tercatat sebagai Eks Napi Nusa Kambangan, Jero Luwes Kembali Terancam 15 Tahun Penjara
Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir mengungkapkan bahwa selain korban mutilasi bernama Septia Adinda (25), pelaku juga mengaku membunuh dua perempuan lain yakni Siska (23) dan Adek (24).
“Tersangka mengaku membunuh tiga korban. Dua lainnya jasadnya dibuang ke dalam sumur tua di Pasar Usang,” jelas AKBP Faisol Amir.
Ketiga korban ternyata adalah mahasiswi di STIE KBP Kota Padang.
Pengakuan terduga pelaku membuat kasus ini makin menyita perhatian publik dan dunia pendidikan.
Motif pembunuhan yang diungkap pelaku tak kalah mengejutkan.
Tersangka W mengaku membunuh Septia Adinda karena persoalan uang. Sementara dua korban lainnya dibunuh karena masalah asmara dan kecemburuan.
“Siska selingkuh, jadi saya bunuh. Adek temannya, dia yang ngajarin Siska selingkuh waktu KKN,” ujar tersangka kepada Kapolres dalam pemeriksaan.
Keterangan ini memperjelas bahwa aksi pembunuhan dilakukan secara sadar dan berencana, membuat pelaku terancam hukuman maksimal.
Hingga kini, pihak Polres Padang Pariaman masih mendalami kemungkinan adanya korban lainnya yang belum ditemukan.
Proses penyelidikan diperluas, mengingat modus keji pelaku yang bisa dilakukan secara berulang dan dengan korban berbeda.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan tengah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka W, mengingat tindakan ekstrem yang dilakukannya. (*)
Editor : Nyoman Suarna