Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pilu! Hadang dan Rusak Ambulans saat Demo Sopir Truk ODOL, Pasien Meninggal Dunia: Begini Kejadiannya

Nyoman Suarna • Jumat, 20 Juni 2025 | 21:58 WIB
MINTA MAAF : Dua peserta demo tolak ODOL menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas ulahnya yang merusak dan menghambat laju Ambulans yang hendak menjemput pasien.
MINTA MAAF : Dua peserta demo tolak ODOL menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas ulahnya yang merusak dan menghambat laju Ambulans yang hendak menjemput pasien.

BALIEXPRESS.ID – Aksi unjuk rasa sopir truk menolak kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) di Jalan Ringroad Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2025), memicu insiden yang memilukan.

Sebuah ambulans yang hendak menjemput pasien dihadang dan dirusak massa, hingga pasien yang menunggu akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat massa memblokade akses jalan utama sebagai bagian dari aksi protes terhadap aturan ODOL yang dinilai memberatkan.

Ambulans milik Komunitas Thariqul Janah, dikemudikan oleh Azzam (23) dan ditemani oleh Muhammad Fursan Ali (20), dicegat sejumlah demonstran.

Alasannya, ambulans tersebut membunyikan sirine dalam keadaan kosong, tanpa pasien di dalamnya, yang memicu emosi peserta aksi. Salah satu sopir bahkan dilaporkan merusak spion ambulans.

“Benar, ada insiden kecil saat aksi damai sopir truk Solo Raya. Sirine ambulans dibunyikan, tapi tidak bawa pasien. Saat itu saya berada di exit tol Gondangrejo,” ujar Kapolsek Gondangrejo, Iptu Subkhi, saat dikonfirmasi.

Kapolsek menegaskan bahwa insiden ini merupakan miskomunikasi, bukan kekerasan terencana.

Komunitas sopir truk pun disebut bersedia bertanggung jawab dan mengganti kerusakan kendaraan ambulans.

Namun, tragedi tak bisa dihindari. Informasi dari komunitas relawan ambulans menyebut bahwa pasien yang semestinya dijemput dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia.

“Tidak ada gunanya klarifikasi atau minta maaf, karena pasien yang akan dijemput akhirnya meninggal dunia,” tulis Solihin, anggota Komunitas Ambulans, dalam komentar grup WhatsApp yang beredar di media sosial.

Penolakan terhadap kebijakan ODOL oleh para sopir truk di berbagai wilayah, termasuk Solo Raya, kian meluas. Mereka menganggap kebijakan tersebut akan memperberat biaya operasional angkutan barang.

Meski aksi awalnya berlangsung damai, insiden penghadangan ambulans ini menunjukkan potensi gangguan serius terhadap layanan darurat dan kemanusiaan.

Pihak kepolisian telah meningkatkan pengamanan dan melakukan pendekatan persuasif untuk meredam ketegangan di lapangan. Situasi dilaporkan telah kondusif pasca kejadian. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#odol #ambulans #demo #meninggal #truk #rusak #hadang #sopir