Kisah Pilu Ibu Penjual Nasi Gemuk dan Perjuangan Selamatkan Anak dari Narkoba: Dedi Mulyadi Turun Tangan!
Putu Mita Damayanti• Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:01 WIB
Curhat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
BALIEXPRESS.ID – Sebuah video wawancara emosional antara seorang ibu tunggal dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini mengguncang jagat maya.
Kisah Dian Nurhah, seorang ibu dengan empat anak yang berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan nasi gemuk di kantin rumah sakit, menyentuh hati banyak orang.
Namun, di balik perjuangan ekonominya, Dian menyimpan beban yang jauh lebih berat: upaya tanpa henti menyelamatkan anak sulungnya dari cengkeraman narkoba.
Jerat Narkoba yang Tak Kunjung Putus: Rehabilitasi Gagal, Kini Dampingan Kiai
Dalam pertemuan yang penuh haru itu, Dian mengisahkan bagaimana sang anak sulung mulai terjerat narkoba jenis sabu-sabu sejak bangku SMP.
Ironisnya, meski telah dua kali menjalani rehabilitasi, sang anak belum juga pulih sepenuhnya.
“Anak saya bahkan sudah menikah dan punya anak, tapi masih saja kecanduan,” ungkap Dian dengan suara bergetar, seperti yang terlihat dalam video viral tersebut.
Lebih memprihatinkan lagi, Dian menyebut bahwa anak sulungnya sempat didampingi oleh konselor rehabilitasi yang justru juga seorang pengguna narkoba, memperparah kondisi psikologis dan ekonomi keluarga.
Pejabat Pemprov Jabar Beri Harapan: Fasilitas Khusus, Tenaga Profesional, dan Dukungan Logistik
Merespons jeritan hati Dian, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menunjukkan empati mendalam.
Ia tak hanya mendengarkan, tetapi juga langsung menawarkan solusi konkret.
Sang pejabat berjanji akan menyediakan fasilitas rehabilitasi khusus yang aman dan bersih, lengkap dengan pendampingan tenaga profesional dan kiai ahli pengobatan ketergantungan narkoba.
Tak berhenti di situ, ia juga menjamin dukungan logistik seperti tiket pesawat dan kebutuhan dasar selama proses rehabilitasi berlangsung.
Bantuan ini diharapkan menjadi titik terang bagi Dian dan anaknya.
Lebih dari Sekadar Kisah Individu: Sorotan pada Tunggakan BPJS dan Peran Pemerintah
Pertemuan ini juga membuka diskusi lebih luas terkait isu sosial di Jawa Barat, termasuk tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan yang mencapai lebih dari Rp334 miliar.
Gubernur menegaskan pentingnya alokasi anggaran daerah untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Kisah Dian Nurhah bukan hanya tentang perjuangan seorang ibu, melainkan juga cerminan dari masalah sosial yang lebih besar: tantangan rehabilitasi narkoba yang efektif, maraknya peredaran barang haram tersebut, dan tekanan ekonomi yang memperburuk keadaan.
Ia adalah simbol kekuatan seorang ibu yang tak kenal lelah demi masa depan anak-anaknya.
Pemerintah daerah, melalui aksi nyata sang pejabat, menunjukkan komitmen untuk menjadi bagian dari solusi dalam penanganan masalah narkoba secara holistik.
Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama untuk memutus rantai ketergantungan narkoba dan memperkuat sistem sosial yang menopang keluarga terdampak.
Ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah perjuangan Dian Nurhah dan upaya Pemprov Jabar ini? Terus ikuti update berita kami untuk informasi terbaru! ***