BALIEXPRESS.ID-Polisi terus memburu pelaku pembacokan terhadap seorang tukang parkir bernama Afdal Syamsuddin (25) yang terjadi di Jalan Muh Yamin, Makassar, pada 17 Juni 2025 lalu.
Hingga kini, pelaku belum juga berhasil ditangkap dan keberadaannya masih misterius.
Baca Juga: Viral Polisi Palak Pengendara di Medan, Aiptu Rudi Hartono Disanksi Patsus dan Terancam Demosi
Kapolsek Makassar, Kompol Muhammad Tamrin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran secara intensif, namun pelaku diduga menghilang dan sulit dilacak.
“Sudah dicari terus, yang bersangkutan sekarang menghilang, handphonenya mati. Kita sudah panggil orangtuanya,” ujar Kompol Tamrin kepada fajar.co.id, Jumat (27/6/2025).
Dalam upaya penyelidikan, polisi telah memanggil orangtua pelaku untuk dimintai keterangan.
Namun, orangtua tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan anaknya sejak kejadian berlangsung.
“Kita minta untuk menghadirkan anaknya. Sampai sekarang dicari, tidak ada yang lolos. Tapi kita tidak tahu keberadaannya karena tidak ada handphone atau nomor lain yang dia pakai,” tambah Tamrin.
Polisi juga menegaskan bahwa upaya perdamaian yang diajukan oleh orangtua pelaku ditolak, karena kasus ini sudah memiliki laporan polisi resmi (LP).
Orangtua pelaku dilaporkan sempat menyodorkan uang sebagai bentuk “penyelesaian damai”.
“Betul, itu yang kita panggil. Dia mau selesaikan di luar. Kita sampaikan tidak bisa, harus hadirkan anakmu. Karena sudah ada LP-nya,” tegas Kompol Tamrin.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya jalan damai adalah melalui restoratif justice (RJ), dan itu pun hanya dapat dilakukan jika korban mencabut laporan secara sukarela.
“Saya bilang, itu bisa di-RJ, kalau yang bersangkutan cabut laporan. Tapi tetap harus hadir pelaku, bukan damai sepihak,” imbuhnya.
Baca Juga: Aksi Heroik Agam Rinjani Viral, Warga Brasil Galang Donasi, Terkumpul Hingga Rp 1,3 Miliar
Saat ini, Resmob Polsek Makassar terus melakukan pencarian. Beberapa kali anggota menyambangi rumah pelaku, namun hasilnya nihil. Kecurigaan pun muncul karena pihak keluarga tetap aktif mencoba “mendamaikan” kasus meski mengaku tidak tahu lokasi pelaku.
“Kita juga bilang, kalau kamu tidak tahu, kenapa berusaha selesaikan di luar? Ada apa?” kata Tamrin dengan nada curiga.
Diketahui, Afdal Syamsuddin, tukang parkir yang menjadi korban, mengalami luka bacok serius di tiga bagian tubuhnya. Pelaku saat itu disebut tiba-tiba menyerang tanpa alasan jelas, membuat korban harus menjalani perawatan intensif.
Pihak berwajib kini mengimbau masyarakat, terutama keluarga pelaku, untuk bersikap kooperatif. Jika tidak, polisi akan melakukan penangkapan paksa terhadap pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Editor : Wiwin Meliana