Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pria Misterius Keluarkan Celurit, Mahasiswi Panik lalu Kecelakaan di Jalan Rawan Kriminalitas

Putu Mita Damayanti • Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:20 WIB

 

Amanda Salsa Sabila mendapatkan pertolongan medis setelah terjatuh lantaran aksi percobaan pembegalan di ruas jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan.
Amanda Salsa Sabila mendapatkan pertolongan medis setelah terjatuh lantaran aksi percobaan pembegalan di ruas jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan.

BALIEXPRESS.ID- Nasib apes menimpa Amanda Salsa Sabila,21, mahasiswi asal Dusun Krajan, Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Gadis yang tengah magang di RS Wonolangan, Kecamatan Dringu itu harus dilarikan ke Puskesmas Gending usai mengalami kecelakaan tunggal, Selasa malam (8/7/2025).

Insiden itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat Amanda pulang dari tempat magangnya.

Ia mengendarai motor Honda Vario dari arah barat menuju ke timur, melintasi jalan pantura yang sepi di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Saat melewati SPBU Curahsawo, Amanda merasa diikuti oleh seorang pengendara motor laki-laki.

Awalnya, ia mengira pengendara itu hanya kebetulan satu arah. Namun kecurigaannya muncul ketika ia melihat dari spion bahwa pria tersebut tampak mengeluarkan celurit.

Ketakutan menjadi korban begal, Amanda panik dan spontan memacu motornya dengan kecepatan tinggi.

Nahas, sesampainya di depan kantor Desa Curahsawo, ia hilang kendali dan terjatuh. 

Warga yang kebetulan melintas segera menolong Amanda yang mengalami luka di tangan, kaki, dan wajah.

Ia langsung dibawa ke Puskesmas Gending untuk mendapat perawatan medis.

Kepala Desa Sumberkerang, Beny Rechardo, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Korban melihat orang mencurigakan membawa celurit, panik, dan akhirnya terjatuh,” katanya.

Kapolsek Gending AKP Sugeng Harianto menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. 

Namun demikian, setelah mendapat informasi dari masyarakat, pihak kepolisian langsung mendatangi korban di puskesmas untuk menggali keterangan awal.

“Korban belum membuat laporan. Tapi kami sudah datangi korban dan saat ini masih mendalami keterangannya,” ujarnya.

Menurut Sugeng, wilayah jalan pantura Gending memang rawan kriminalitas karena kondisi jalan yang gelap dan sepi, terutama saat malam hari. 

Oleh sebab itu, pihak kepolisian rutin menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), terutama di jalur rawan seperti Desa Curahsawo hingga Klaseman.

“Patroli kami intensifkan di titik-titik rawan. Terutama saat malam hari untuk mengantisipasi kejahatan jalanan,” tegasnya.

Polsek Gending juga mengimbau warga agar lebih waspada jika melintasi jalan gelap dan sepi, khususnya saat malam hari. 

Disarankan untuk tidak berkendara sendirian, mengajak teman saat bepergian, dan sebisa mungkin menghindari keluar malam jika tidak ada keperluan mendesak.

“Jika melihat atau mengalami tindak kriminal, segera laporkan agar pelaku bisa segera diamankan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#begal #kecelakaan #probolinggo