BALIEXPRESS.ID — Seorang perempuan lanjut usia asal Kelurahan Bago, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Malabar pada Senin pagi (28/7/2025).
Insiden tragis ini terjadi di jalur rel KM 155+8/9, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Sumbergempol dan Stasiun Tulungagung.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.48 WIB.
Korban diketahui berinisial SI, berusia 70 tahun, dan berprofesi sebagai wiraswasta. Setiap hari, ia rutin melintasi jalur rel kereta dari rumahnya di wilayah selatan menuju ke utara.
"Diduga karena kondisi kesehatannya yang menurun dan gangguan pendengaran, korban tidak menyadari kedatangan KA Malabar yang melaju dari arah barat ke timur," ujar Ipda Nanang.
Masinis kereta telah membunyikan semboyan S35 sebagai tanda peringatan, namun korban tetap berjalan terlalu dekat dengan rel dan akhirnya terserempet oleh kereta.
Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala, patah kaki kanan, serta lecet di lengan. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adik korban, SG (65), yang juga warga sekitar, melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Beberapa saksi di lokasi, termasuk petugas Polsuska dan keamanan Stasiun Tulungagung, menyatakan bahwa korban tampak tidak menyadari kedatangan kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat ditemukan, korban mengenakan baju kotak-kotak dan celana biru. Jenazah telah dievakuasi oleh petugas dan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur rel kereta, terutama pada jam-jam rawan dan bagi warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan fisik. (*)
Editor : Nyoman Suarna