BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 pada Minggu (17/8).
Getaran kuat yang berlangsung sekitar 15 detik membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso melaporkan 13 orang dirawat di RSUD Poso, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis. Selain itu, enam warga lain mendapat perawatan intensif di Puskesmas Tokorondo.
Baca Juga: Pimpin Upacara HUT RI ke-80, Bupati Klungkung Ajak Masyarakat Kobarkan Semangat Nasionalisme
Tak hanya menelan korban luka, gempa juga merusak fasilitas ibadah. Gereja Jemaat Elim di Desa Masani mengalami kerusakan akibat guncangan kuat tersebut.
“Pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Episenter gempa berada di laut, 13 kilometer barat laut Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer. Getaran terasa kuat di Kecamatan Poso Pesisir, khususnya di Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, hingga Lape. Hingga saat ini tercatat 15 kali gempa susulan.
Baca Juga: Jadi Ajang Refleksi Diri, Rutan Klungkung Berikan Remisi Umum dan Dasawarsa untuk 138 Warga Binaan
BPBD bersama tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan awal. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tenda pengungsian dan obat-obatan bagi warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan penanganan harus dilakukan cepat. “Analisa betul kondisi di sana, kita segera masuk ke lokasi untuk memberikan bantuan langsung,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (*)
Editor : Nyoman Suarna