BALIEXPRESS.ID- Suasana meriah karnaval di wilayah Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, mendadak mencekam pada Minggu (31/8/2025) malam.
Pemuda bernama Andre,22, warga Desa Kedungsupit, harus dilarikan ke rumah sakit setelah dibacok orang tak dikenal.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Andre menonton karnaval bersama rekannya, Mahrus Ali,20.
Keduanya berangkat menggunakan motor Yamaha Vixion milik korban sejak sore hari.
Usai salat magrib, mereka kembali menuju lokasi acara untuk menyaksikan jalannya karnaval.
Ali menuturkan, saat tiba di tempat kejadian, mereka sempat melihat tiga pria mencurigakan di seberang jalan.
Salah satu di antaranya berbadan gemuk, mengenakan kaus cokelat, celana pendek, dan topi.
Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario yang telah dimodifikasi bersama dua temannya.
“Korban sempat merasa tidak nyaman karena dipandangi terus oleh pelaku. Bahkan sempat ingin pulang,” ujar Ali saat ditemui di RSUD dr. Mohammad Saleh.
Tak lama, pelaku tampak mondar-mandir di sekitar lokasi. Hingga akhirnya ia menyeberang dan mengeluarkan celurit dari pinggang.
Panik, Andre dan Ali berlari ke arah berbeda. Namun nahas, Andre yang dikejar.
“Motornya juga sudah hilang saat saya kembali ke lokasi. Saya tidak tahu kejadian setelah Andre tertangkap,” ungkap Ali.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban menderita luka serius di bagian kepala akibat sabetan celurit. Usai menyerang, para pelaku kabur ke arah selatan.
Beruntung, adik ipar korban, Melia Wulandari,29, melintas di sekitar lokasi.
Mengetahui yang menjadi korban adalah keluarganya, Meli segera membawa Andre ke Puskesmas Wonoasih, sebelum akhirnya dirujuk ke IGD RSUD dr. Mohammad Saleh untuk mendapat perawatan intensif.
“Adik saya orangnya pendiam, tidak pernah punya masalah dengan siapa pun. Kami kaget sekali mendengar kejadian ini,” kata Meli.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut.
“Kami masih melakukan olah TKP dan menyelidiki identitas pelaku,” singkatnya. (*)
Editor : I Made Mertawan