Video Perundungan Siswa SD di Banyuwangi Viral, Polisi Turun Tangan

I Putu Suyatra • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi 

BALIEXPRESS.ID – Kasus perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menjadi perhatian setelah rekaman kekerasan fisik terhadap korban viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang siswa terlihat menjadi sasaran kekerasan sejumlah teman sebayanya. Korban tampak ditendang hingga terjatuh, kemudian diinjak beberapa kali saat berada di tanah. Peristiwa tersebut berlangsung di hadapan sejumlah anak lainnya.

Kejadian itu disebut berlangsung di lingkungan salah satu sekolah dasar di Kecamatan Wongsorejo pada Selasa (29/9). Korban berinisial AA, 10, merupakan siswa kelas V SD.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Renakta (Remaja, Anak, dan Wanita) Satreskrim Polresta Banyuwangi. Polisi melimpahkan penanganan perkara karena seluruh anak yang terlibat masih di bawah umur.

Kasus Perundungan Siswa SD Ditangani Polresta Banyuwangi

Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo Aipda Oktorio Wisnu Pradana membenarkan adanya kasus kekerasan terhadap anak tersebut.

"Ya betul, ada kejadian tersebut. Untuk saat ini perkara sudah resmi dilimpahkan dan ditangani intensif oleh Unit Renakta (Remaja, Anak, dan Wanita) Satreskrim Polresta Banyuwangi," kata Oktorio.

Pelimpahan tersebut dilakukan untuk mendalami kasus secara menyeluruh. Penyidik masih memastikan kronologi kejadian serta mengidentifikasi peran masing-masing anak yang berada di lokasi.

Polisi juga menelusuri identitas anak-anak yang muncul dalam rekaman. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui bagaimana kekerasan tersebut bermula, apa yang melatarbelakanginya, serta bagaimana peristiwa itu bisa terjadi di lingkungan sekolah.

Polisi Dalami Motif Perundungan

Selain kronologi dan peran masing-masing anak, penyidik juga mendalami motif di balik tindakan kekerasan tersebut.

Pendalaman diperlukan untuk mengetahui hubungan antara korban dengan anak-anak lain yang terlibat serta faktor yang melatarbelakangi kejadian.

Kondisi korban setelah mengalami kekerasan fisik juga menjadi perhatian. Polisi bersama pihak terkait perlu memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan sesuai kebutuhan anak.

Kasus tersebut kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Perundungan yang disertai kekerasan fisik tidak hanya menjadi persoalan saat kejadian berlangsung, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi korban setelahnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Identitas anak-anak yang terlibat maupun motif kejadian belum disampaikan secara terperinci karena perkara menyangkut anak yang berhadapan dengan hukum.

Editor : I Putu Suyatra
Sumber : Radar Banyuwangi
banyuwangi perundungan sd