Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Gede Arnawa: Dari Hobi Jadi Dedikasi, Perjalanan Panjang Sang Modifikator di Denpasar Love Modification 2025

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 10 Februari 2025 | 12:50 WIB
Gede Arnawa
Gede Arnawa

BALIEXPRESS.ID – Ajang Denpasar Love Modification 2025 yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya pada 31 Januari - 2 Februari menjadi surga bagi para pecinta modifikasi motor.

Dari sekian banyak karya yang dipamerkan, satu nama yang mencuri perhatian adalah Gede Arnawa, pria 34 tahun yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia modifikasi.

Kecintaannya terhadap dunia otomotif sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP.

Tidak hanya sekadar mengagumi, ia langsung terjun ke dunia modifikasi, mengubah tampilan dan performa motor kesayangannya.

Motor pertama yang menjadi proyek modifikasinya adalah Yamaha Jupiter Z, yang ia beli pada tahun 2008.

Menariknya, begitu keluar dari dealer, motor tersebut langsung dimodifikasi dan dibawa ke ajang kontes.

"Dulu langsung dimodif, langsung ikut kontes. Konsepnya terus berubah, dan sekarang saya pakai konsep racing style," ujar Arnawa saat ditemui, Minggu (2/1).

Sebagai seorang modifikator sejati, setiap tahunnya ia selalu mengubah konsep motornya agar tetap mengikuti tren terbaru.

Namun, persiapannya tak selalu berjalan mulus.

"Kadang saya baru tahu ada kontes dan langsung ikut tanpa persiapan khusus. Jadi motor yang dibawa ya apa adanya," ungkapnya sambil tersenyum.

Motor Modifikasi yang Bukan Sekadar Tampilan

Motor yang ia bawa ke Denpasar Love Modification 2025 kali ini mengusung konsep racing style yang lebih agresif.

Modifikasi ini bukan hanya sekadar tampilan, tetapi juga melibatkan berbagai komponen mahal yang membuatnya tak lagi bisa digunakan untuk berkendara harian.

"Konsep ini sudah final. Banyak peralatan dan spare part yang saya gunakan sekarang cukup mahal, sekitar Rp20 juta," jelasnya.

Meskipun belum selalu meraih juara di ajang bergengsi seperti Djarum Black Contest, Arnawa tetap bangga dengan pencapaiannya.

Ia masih sering membawa pulang trofi dari kategori lain di berbagai kontes lokal di Bali.

Di Denpasar Love Modification, ia mengikuti kategori Lokal Denpasar dan Meet Up, yang menurutnya paling cocok dengan karakter motornya saat ini.

Persaingan yang ketat tak membuatnya gentar, justru menjadi motivasi untuk terus mengembangkan konsep modifikasinya.

Dukungan Bengkel dan Kreasi Tanpa Batas

Arnawa mengaku, meskipun motor dimodifikasi di bengkel temannya, seluruh ide dan konsep tetap berasal dari dirinya sendiri.

"Saya yang menentukan modifikasinya mau seperti apa. Semua berdasarkan referensi yang saya kumpulkan dari berbagai sumber," katanya.

Latar belakang pendidikannya di sekolah otomotif saat SMA juga turut mendukung keahliannya dalam dunia modifikasi.

Meskipun awalnya sempat terbatas oleh biaya, kini ia bisa menekuni hobi ini dengan lebih leluasa, tanpa mengesampingkan kualitas dan kreativitas.

Misi Masa Depan: Terus Berkarya dan Menciptakan Ciri Khas

Ke depan, Arnawa berencana tetap aktif berkompetisi dan memastikan bahwa setiap motor yang ia modifikasi memiliki ciri khas dan karakter yang unik.

Baginya, modifikasi motor bukan sekadar hobi, tapi juga seni yang terus berkembang.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Gede Arnawa telah membuktikan bahwa dunia modifikasi bukan hanya tentang kecepatan dan tampilan, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan perjalanan panjang dalam meraih impian di dunia otomotif. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #modifikasi #Denpasar Love Modification #motor