BALI EXPRESS, GIANYAR – Proses pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Gianyar di tubuh Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) terus mengemuka. Ini terlihat dari proses pengambilan formulir bacabup dan bacawabup yang laris manis sejak dibuka mulai Kamis (20/7) lalu, hingga waktu penutupan pengambilan formulir Selasa (25/7) kemarin. Bahkan disebutkan sampai hari terakhir kemarin sudah ada 15 orang yang mengambil formulir.
Penasehat KGB Made Artha Rimbawa mengungkapkan, dari total 15 orang yang mengambil formulir, tiga di antaranya berasal dari luar kader empat parpol penyokong KGB. Ketiganya antara lain Made Dana dan Dewa Wardana, yang keduanya dikenal dengan paket Dewa. Satu formulir lainnya diambil seorang prajuru desa yang juga tokoh masyarakat dari Tegallalang.
“Sedangkan sisanya lagi 12 itu, merupakan total dari empat parpol yang berada di KGB, yakni Golkar, Demokrat, Gerindra dan PKPI. Sebab masing-masing parpol itu mengambil tiga formulir pendaftaran,” ucapnya.
Dengan banyaknya tokoh maupun kandidat yang nantinya berpeluang mendaftar kembali ketika proses pendaftaran dimulai. Artha Rimbawa menegaskan pihaknya memang membuka pintu selebar-lebarnya bagi tokoh maupun figur yang memiliki keinginan untuk maju sebagai bacabup dan bacawabup. Karena itu, pihaknya senang jika KGB dilirik tokoh masyarakat dan figur-figur yang memang mumpuni dan memiliki kemampuan, serta keinginan memajukan Gianyar.
“Sebenarnya semakin banyak semakin bagus. Karena pilihan akan semakin banyak, sehingga proses seleksi bisa dilakukan dengan lebih ketat,” sambungnya.
Lebih lanjut politisi yang juga Ketua Partai Gerindra Gianyar ini menjelaskan, pasca tahapan pengambilan formulir, mulai hari ini pihaknya memulai tahapan untuk pengembalian formulir sekaligus pendaftaran, yang bakal berakhir 31 Juli nanti.
“Tapi untuk di koalisi, kami sudah sempat mengadakan rapat, yang menetapkan waktu pengembalian formulir dan pendaftaran bagi parpol anggota koalisi. Untuk Partai Golkar disepakati akan mendaftarkan calonnya pada 28 Juli,” bebernya.
Kemudian Partai Gerindra akan mendaftarkan bakal calonnya pada 30 Juli. Disusul dengan Partai Demokrat pada 31 Juli. “Khusus PKPI waktu pendaftarannya antara 30 Juli atau 31 Juli. Tapi kalau yang di luar kader non parpol anggota koalisi, kami belum mendapatkan informasi. Karena biasanya pasti akan mencari hari baik untuk menentukan waktu pendaftaran,” pungkasnya.
Di bagian lain kasak kusuk mengenai siapa kandidat bacabup dari KGB terus muncul ke permukaan. Namun dari beberapa informasi, nama Tjokorda Raka Kerthyasa menjadi yang paling berpeluang diusung KGB. Sehingga jika memang nama Cok Ibah yang notabene tokoh dari Puri Saren Kauh Ubud ini benar-benar diusung sebagai cabup KGB, tinggal menunggu siapa yang nanti bakal menjadi pasangannya.
Menilik kabar yang berhembus, Cok Ibah disebut-sebut berpeluang didampingi beberapa nama beken. Sebut saja AA Gde Waisnawa Putra, Dewa Joni, AA Kakarsana, hingga IB Gaga Adisaputra. Sebab nama-nama tersebut disebut-sebut akan menjadi perpaduan yang tepat antara tokoh Gianyar barat (Cok Ibah) dengan tokoh Gianyar timur.
Tak hanya nama-nama tersebut, kabar tak kalah kencang di masyarakat juga menyebutkan bisa saja muncul kejutan lainnya. Yakni kans berduetnya Cok Ibah dengan Nyoman Parta, kader PDIP yang saat ini juga berebut rekomendasi dari DPP PDIP, jika nantinya gagal mendapatkan rekomendasi. Pertanyaannya, apakah politisi gaek ini mau keluar atau tidak dari PDIP, ketika nanti tidak mendapatkan rekomendasi dari induk pertainya. Sebab jika paket Cok Ibah-Parta ini terwujud, akan menjadi ancaman bagi jagoan PDIP.
Editor : I Putu Suyatra