Dalam postingan tersebut pun memperlihatkan aktivitas tos cangkir berwarna putih dari lima anggota DPRD Badung. Diantaranya I Wayan Luwir Wiana, Nyoman Satria, Kadek Suastiari, I Nyoman Dirga Yusa dan I Putu Alit Yandinata bersama Wayan Koster. Postingan ini pun sarat tanda tanya, oleh kader PDI Perjuangan di Badung. Apalagi tidak semua kader ikut bertemu dengan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali tersebut.
Anggota DPRD Badung Putu Alit Yandinata mengatakan, pertemuan yang dilakukan dengan Gubernur Bali Wayan Koster merupakan agenda biasa saja. Terlebih dirinya mengaku selama 25 tahun lebih di PDIP yang pernah juga selaku pengurus bertemu dengan atasan partai di Provinsi. “Itu agenda hanya temu kangen saja antara pak Koster yang menjabat sebagai Ketua DPD PDIP di Provinsi Bali dengan kami selaku pengurus partai di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Politisi yang memperoleh suara tertinggi di Dapil Kecamatan Abiansemal ini mengungkapkan, banyak hal yang dibahas utamanya mengenai perkembangan untuk Bali maupun Kabupaten Badung. “Sekali lagi hal ini hal yang lumrah kita hanya bicara santai saja,” ungkap Anggota Fraksi PDIP DPRD Badung.
Sementara Ketua Rombongan Nyoman Satria menjelaskan, kegiatan temu kangen dengan Gubernur Bali Wayan Koster ini untuk memohon arahan sebagai kader partai. Sekaligus memberikan dukungan kepada Wayan Koster untuk maju pada Pilkada 2024 sebagai calon Gubernur Bali. Terlebih ada sekitar 50 lebih proyek mercusuar yang sudah terbukti baik untuk masyarakat Bali.
“Ini bukan inisiatif fraksi, biar tidak salah nanti, ini atas nama perorangan. Kami juga memberikan dukungan kepada bapak Koster untuk maju lagi dua periode menjadi Gubernur Bali, karena kami tahu prestasi beliau sudah luar biasa dan biasanya calon PDI Perjuangan yang sudah berprestasi mendapat peluang untuk Kembali memimpin. Kami dukung sepenuhnya bapak Koster dan Cok Ace dua periode, dengan Jargon Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana