Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soal Ketua Partai Golkar Bagi-bagi Sembako Belum Dibayar, Sugawa Korry Jelaskan Kronologinya

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 23 Agustus 2023 | 03:27 WIB
Nyoman Sugawa Korry
Nyoman Sugawa Korry

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kabar soal sembako yang dibagikan belum dibayar langsung ditanggapi oleh Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry.

Hal ini karena dirinya merasa bahwa semua biaya untuk simakrama dirinya dengan kader Partai Golkar Bali lainnya, Dewa Made Suamba Negara di  Banjar Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan sudah dikeluarkan.

Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali itu juga mengaku sangat kaget ketika membaca berita di Bali Express soal sembako yang dia bagikan ternyata belum dibayar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada simakrama itu, hadir Sugawa Korry dan Suamba Negara sebelum hari raya Galungan.

Saat itu, ada pembagian 110 paket sembako. Masing-masing paket berisi

5 kg beras, 500 gram bawang putih, 500 gram bawang merah dan 500 ml minyak goreng dengan harga total Rp 11 juta lebih.

Paket itu diambil seorang pedagang di Pasar Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Saat itu, pemilik toko sembako itu dijanjikan akan dibayar usai simakrama.

Sayang, hingga beberapa pekan setelah Galungan, dia tidak mendapatkan bayaran.

Padahal, dia sangat membutuhkan uang itu untuk modalnya berdagang.

Menanggapi hal itu, Sugawa Korry pun menceritakan kronologi simakrama tersebut.

Menurutnya, saat itu ia langsung hadir ke lokasi bersama kadernya, karena diundang untuk sosialisasi.

Bahkan dia pun menyerahkan dana sebesar Rp 15 juta tepat di hadapan masyarakat yang hadir.

"Pada saat itu saya diundang uuntuk hadir simakrama. Saya hadir bersama kader, sebelumnya panitia mengajukan permohonan anggaran, dan pada saat saya hadir di depan masyarakat sudah serahkan dana tunai sebesar Rp 15 juta, dengan bukti tanda terima," terangnya.

Wakil Ketua DPRD Bali ini pun menambahkan, dana tersebut rencananya menurut panitia akan digunakan untuk membiayai segala keperluan, termasuk pembelian sembako.

Lantaran kesibukan, ia tidak mengecek lagi terkait sembako tersebut.

"Kemarin sangat terkejut membaca di media Bali Express yang memuat berita seperti itu (sembako ngebon, Red). Namun demikian, pagi ini saya sudah tugaskan tim untuk cek di lapangan," tegasnya.

Dalam kesempan itu, Sugawa Korry menambahkan, kalau memamg ada yang belum diselesaikan, dia akan selesaikan kepada pedagangnya.

"Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang dirugikan, apalagi itu pedagang kecil. Dan info terakhir, sudah diselesaikan semua oleh panitia," pungkasnya.

 

dr Winoto, Dokter Puskesmas Kapongan, Situbondo.
dr Winoto, Dokter Puskesmas Kapongan, Situbondo.
GUSUR: Petugas Satpol PP Sampang menertibkan lapak liar pedagang di Jalan Sikatan,  belakang Pasar Srimangunan, Sampang, Rabu (23/8). (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)
GUSUR: Petugas Satpol PP Sampang menertibkan lapak liar pedagang di Jalan Sikatan, belakang Pasar Srimangunan, Sampang, Rabu (23/8). (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)
Peralatan tulis jadul yang banyak dipakai anak sekolah jaman dulu. (RESA/RADAR SURABAYA)
Peralatan tulis jadul yang banyak dipakai anak sekolah jaman dulu. (RESA/RADAR SURABAYA)
Modul atau buku pelajaran tempo dulu yang banyak dipakai di sekolah. (RESA/RADAR SURABAYA)
Modul atau buku pelajaran tempo dulu yang banyak dipakai di sekolah. (RESA/RADAR SURABAYA)
Mesin ketik dan proyektor OHP koleksi Museum Pendidikan Surabaya. (RSA/RADAR SURABAYA)
Mesin ketik dan proyektor OHP koleksi Museum Pendidikan Surabaya. (RSA/RADAR SURABAYA)
Piala sebagai tanda penghargaan untuk siswa berprestasi. (RESA/RADAR SURABAYA)
Piala sebagai tanda penghargaan untuk siswa berprestasi. (RESA/RADAR SURABAYA)
Peralatan laboratorium yang banyak digunakan di sekolah-sekolah. (RESA/RADAR SURABAYA)
Peralatan laboratorium yang banyak digunakan di sekolah-sekolah. (RESA/RADAR SURABAYA)
Editor : I Putu Suyatra
#bali #sembako #Golkar #sugawa korry