BALI EXPRESS- Penggiat media sosial sekaligus politikus asal Bali Niluh Djelantik ikut menyoroti aksi kampanye politik melanggar etika yang dilakukan Ahmad Dhani di wilayah militer TNI AU Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
Melalui akun Instagram pribadinya, Niluh Djelantik yang juga pengusaha sepatu ini membagikan ulang video permintaan maaf Ahmad Dhani kepada kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Perempuan yang akrab disapa Mbo Niluh itu menyanyangkan sikap Ahmad Dhani yang dirasa tidak menghormati Polri dan TNI sebagai institusi netral politik.
“Mengapa kamu sejumawa itu @ahmaddhaniofficial? Hormati Polri TNI. Mereka pengayon seluruh rakyat Indonesia,” tulis Mbo Niluh di akun Instagramnya dikutip pada Jumat (27/10).
“Mereka netral dan tidak memihak paslon manapun. Hormati independensi TNI Polri,” pintanya.
Mbo Niluh juga menyinggung soal permintaan maaf Ahmad Dhani yang hanya ditujukan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Padahal dalam kampanyenya, Ahmad Dhani sempat sesumbar akan menaikkan pangkat Dandim, Kapolda dan Kapolres jika partainya menang.
“Sudahkah kamu minta maaf karena telah ucapkan janji akan menaikkan pangkat? Susah payah kami menjaga nama baik institusi penegak hukum. Kamu kok malah bikin pernyataan seenak udelmu?” tulisnya.
Postingan itupun mematik emosi warganet yang ikut berkomentar. Banyak warganet yang menyayangkan aksi Ahmad Dhani melakukan kampanye di wilayah netral tersebut.
“Padahal di berita sebelum manggung sudah debriefing, tapi kok masih dilakukan,” tulis salah seorang warganet.
“Memangnya dia siapa ya, bisa menaikkan pangkat para pejabat militer,” tulis netizen lain.
Baca Juga: Kejari Bangli Bidik Dua Kasus Dugaan Korupsi di Tingkat Desa
Sebelumnya, musisi Ahmad Dhani menjadi sorotan publik usai aksi kampanye yang ia lakukan di tengah konser Simple Fest 2 di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya (21/10) lalu.
Dalam kesempatan itu Dhani langsung mengambil mic saat naik panggung dan meminta kru-nya merekam.
Kemudian ia mulai mengkampanyekan Prabowo sebagai capres dengan menjanjikan para Dandim dan Kapolres hingga Kapolda akan naik pangkat kalau Gerindra menang.
Editor : Nyoman Suarna