PADANG, BALI EXPRESS - Ketua DPD Perindo Kota Padang, Muhammad Imron Jamil, optimis bahwa Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan di Tanah Minang, Padang, Sumatera Barat.
Menurutnya, peluang kemenangan ini semakin kuat karena pasangan tersebut terus mendapatkan dukungan penuh dari berbagai partai koalisi.
"Ini adalah peluang besar bagi pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud di Kota Padang. Dukungan tidak hanya datang dari Perindo, tapi juga dari partai lain yang bersatu untuk memenangkan mereka," ujar Imron.
Dalam upaya memperkuat kemenangan, pihaknya terus mengimplementasikan berbagai strategi yang efektif.
Selama proses sosialisasi, banyak kegiatan yang memberikan manfaat signifikan kepada masyarakat setempat.
"Kami bekerja keras untuk memastikan kemenangan pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo - Mahfud MD di Sumbar, khususnya di Kota Padang, sesuai dengan program-program yang diusung oleh Perindo," ungkap Imron.
Sementara itu, Ketua Harian Nasional DPP Perindo, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, juga menyatakan bahwa dukungan kepada Ganjar-Mahfud terus bertambah, termasuk dari kalangan pesantren dan majelis taklim.
"Dukungan kepada Pak Ganjar dan Pak Mahfud semakin meningkat. Para tokoh kiai, ustaz, majelis taklim, serta yayasan pesantren semakin banyak mendukung pasangan ini," ujarnya.
Meningkatnya dukungan kepada pasangan Capres dan Cawapres yang didukung oleh PDI Perjuangan dan koalisinya disebabkan keyakinan dari para kyai dan ulama bahwa mereka adalah pemimpin yang tepat untuk bangsa ini.
Salah satu bukti nyata dari dukungan yang terus tumbuh adalah deklarasi yang dilakukan oleh Barisan Kader (Barikade) Gus Dur yang dipimpin oleh Putri Presiden keempat, Yenny Wahid.
Menyambut deklarasi tersebut, Ketua Umum DPP Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT), menyatakan bahwa dukungan yang diberikan kepada Ganjar-Mahfud adalah keputusan yang bijak.
HT kemudian menjelaskan bahwa Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki kapasitas yang diperlukan untuk memimpin.
Ganjar sendiri telah memiliki pengalaman di lembaga legislatif dan eksekutif selama 20 tahun.
Sementara Mahfud MD, pasangannya, memiliki pengalaman di tiga cabang kekuasaan Indonesia, yaitu legislatif, yudikatif, dan eksekutif.
Dengan tegas, Hary Tanoesoedibjo menegaskan bahwa pasangan ini dipilih berdasarkan kapasitasnya, karena Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkompeten.
"Kami mendukung pasangan ini karena mereka memiliki kapasitas yang diperlukan untuk memimpin Indonesia, yang bukan hanya luas geografisnya, tetapi juga kompleksitas tantangannya," kata HT. (*)
Editor : I Putu Suyatra