Momen itu terjadi saat pasangan capres-cawapres melakukan pengundian nomor urut Pilpres 2024 di KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/11).
Baca Juga: Terima Setoran Jutaan, Pegawai Imigrasi Rai Bali Dijebloskan ke LP Kerobokan Tengah Malam
Namun dalam video yang beredar diframing seolah-olah Megawati tak merespon sekaligus cuek dengan salam yang diberikan oleh kedua putra Presiden Jokowi itu. Bahkan terlihat saat Kaesang sungkem di depan Megawati namun ia tetap tak bergeming.
Merespon hal tersebut, ketua umum Ganjarian Spartan, Mohamad Guntur Romli pun mengunggah video utuh moment pertemuan antara Megawati dan Kaesang tersebut. Guntur Romli menyebut bahwa penyebar video tersebut memfitnah Bu Mega dan playing victim.
“Dan arahan konsultan, potong video terakhir Kaesang bersimpuh bikin narasi ‘dicuekin Ibu Mega’, narasi lain ‘soal adab dan sopan santun’. Jangan ada video salaman, sebarkan,” Cuit Guntur Romli diduga menyindir pihak penyebar video yang disebut playing victim, Rabu (15/11).
Mantan Kader PSI itu pun menegaskan agar rakyat menilai sendiri, siapa yang jahat dengan berkedok sopan santun.
Baca Juga: 10 Fitur Tersembunyi pada Smartphone Samsung yang Wajib Diketahui
“Demikian fitnah menyebar Ibu Mega Nyuekin Kaesang untuk kebutuhan Playing Victim,” imbuhnya.
Dalam cuitan lain, Guntur Romli menyebut bahwa video yang menyebut Kaesang dicueki oleh Ibu Mega sebagai drakor (drama korea).
“Video dipotong hanya momen terakhir, disebarkan, terus buzzernya teriak-teriak, ‘Kaesang Dicueki Ibu Mega’. Kejahatan Berkedok kesantunan,” tambahnya.