BADUNG, BALI EXPRESS- KPU Badung kembali menggelar simulasi Pemilu 2024, Minggu, 28 Januari 2024.
Kali ini, KPU Badung menggelar simulasi Pemilu 2024 di Banjar Badung Tengah, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal.
Simulai ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab KPU Badung menyimulasi pemilihan hingga penghitungan suara dengan lima jenis surat suara.
Simulasi pun dilaksanakan untuk meminimalkan adanya permasalahan saat Pemilu 2024 berlangsung.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Badung I Nyoman Dwi Suarna Artha mengatakan berdasarkan evaluasi simulasi yang pertama, pihaknya berharap adanya perbaikan dari proses daftar inventarisir masalah.
Seperti permasalahan pemilih yang datang membludak bahkan sampai menumpuk saat dibukanya Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sehingga pihaknya pun melakukan skema lain untuk mengatasi permasalhan tersebut.
“Langkah antisipasinya, pada saat KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) memberikan pemeritahuan pemilih kepada pemilih, kami mengatur jadwal kedatangan ke TPS,” ujar Dwi.
Kemudian pada simulasi yang kedua ini, Dwi menerangkan, dilakukan perhitungan kelima varian surat suara.
Sebab dalam simulasi pertama perhitungan hanya dilakukan kepada tiga varian surat suara.
“Saat itu tidak ada permasalahan, dan selesainya sekitar pukul 18.00 Wita. Saat ini kami mengestimasikan kira-kira sampai jam berapa pemungutan hingga perhitungn surat suara selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah pemilih yang dihadirkan dalam simulasi pemilu sama dengan jumlah pemilih di TPS tersebut.
Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat di TPS 3 Desa Ayunan sebanyak 252 orang.
Namun jumlah surat suara yang disediakan yakni sebanyak 258 surat suara,
“Sesuai peraturan perundang-undangan kami menyediakan surat suara sesuai jumlah DPT ditambah 2 persen. Namun surat suaran yang digunakan bukan yang reel, yang kami gunakan nama partainya nama buah-buahan, dan nomornya menggunakan yang lebih besar, dari nomor 57,” jelas Komisioner KPU Badung asal Mengwi tersebut.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan dari simulasi Pemilu 2024 ini untuk memberikan pemahaman kepada pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya.
Untuk penyelenggara dari tingkat kecamatan hingga KPPS yang akan bertugas diharapkan mengetahui mekanisme dari pemungutan hingga perhitungan suara.
“Kalau nantinya terjadi masalah atau sesuatu di TPS agar mereka dapat menyikapi. Sehingga yang hadir di simulai salah satu perwakilan yang nanti bertugas di masing-masing TPS di Desa Ayunan,” terangnya. (*)
Editor : I Made Mertawan