BALI EXPRESS - Komedian terkenal Alfiansyah Bustami atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya, Komeng, telah menciptakan kejutan besar dalam kontes politik regional.
Tanpa gembar-gembor dan tanpa baliho, Komeng berhasil menarik perhatian sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat dalam pemilihan tahun ini.
Dengan sebuah foto nyeleneh di lembar pemilih, Komeng berhasil mengalahkan nama-nama besar lainnya seperti Jihan Fahira.
Hasil penghitungan awal dari situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa pelawak berusia 53 tahun itu telah meraih lebih dari 1,5 juta suara, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah hingga masa hitungan berakhir.
Dalam wawancara eksklusif di Jakarta Selatan kemarin (16/2), Komeng membagikan cerita mengenai alasan, persiapan, dan tujuannya sebagai calon anggota DPD nanti di Senayan.
Bagaimana tanggapannya melihat hasil perolehan suara saat ini?
Kan belum putusan, ya. Siapa tahu, ada yang bisa nguber. KPU itu 'punya' saya, Komeng Punya Urusan. Jadi, sayalah yang tahu.
Lalu, apa alasan di balik keputusannya untuk mendaftar sebagai calon anggota DPD?
Saya sebetulnya nggak mengerti berpartai aja. Sebetulnya sih emang harus mengetahui itu dulu.
Nah, saya melihat teman saya, Oni, cerita. Ya udah, saya coba ke situ (daftar DPD).
Sebetulnya ada banyak partai yang nawarin saya. Cuma, saya belum tertarik jadi anggota partai.
Apakah akan bergabung dengan partai politik setelah ini?
Sampai sekarang sih belum, tapi nggak tahu ke sananya gabung apa nggak.
Sekarang saya coba dulu nih tanpa partai walau DPD juga harus bekerja sama dengan DPR kan.
Apakah Anda paham tugas DPD?
Paham banget sih belum karena DPD tuh tidak ada partai dan tidak ada pendidikan politik.
Kalau DPR kan ada tuh (kaderisasi). Saya sih udah banyak nanya ke Bang Oni dan Ketua DPD La Nyalla. Saya ngomong bahwa ada beberapa program.
Program apa nih?
Salah satunya, saya tuh pengin ada Hari Komedi.
Kan Hari Musik dan Hari Film udah ada. Saya pernah mengajukan ke DPR dan diterima, tapi mereka tetap nggak bisa mengabulkan karena harus eksekutif. Awalnya dari itu aja dulu.
Alasan di balik keinginan untuk membuat Hari Komedi?
Saya mikir kok saya berkesenian minta hari aja susah banget. Memang orang seperti kita (komedian) kadang kurang diperhatikan, sempet temen-temen (artis) yang udah di sana kurang memperhatikan.
Di negara lain tuh penghasilan dari seni dan budaya bisa sampai double-digit untuk APBN. Saya mau ke sana, tapi nggak tahu apakah bisa lewat DPD.
Rencananya tanggal berapa?
Maunya Hari Komedi pada tanggal lahirnya Bing Slamet, 27 September.
Walau harinya belum ditentukan negara, kami komedian setiap tanggal itu udah selamat Hari Komedi.
Sebelumnya, kebayang nggak bakal dapat banyak suara?
Saya orangnya nggak ambisi, biasa aja. Cuma itu (Hari Komedi) yang pasti saya perjuangin. Saya udah masuk, ya alhamdulillah. Nggak masuk juga alhamdulillah. Saya sibuk syuting. ***