BALIEXPRESS.ID - Calon Gubernur Bali dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengungkapkan keterbukaannya siap dikritik siapapun asal membangun untuk kepentingan dan masyarakat Bali.
Hal ini ia sampaikan ketika bertemu dengan komedian stand up Bali yang dikenal dengan nama Kak Onyot.
Pernyataan itu juga ia buktikan dengan menandatangani pernyataan komitmen siap dikritik yang diinisiasi Kak Onyot pada Minggu (15/9) malam usai lawatan ke luar daerah.
“Jauh sebelum saya menjadi calon Gubernur Bali, saya memang sudah terbuka untuk dikritik oleh siapa pun selagi kritik yang dilontarkan adalah kritik yang membangun,” ungkap Ketua Gerindra Bali tersebut.
De Gadjah juga mengatakan bahwa jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali, nantinya Kak Onyot akan diangkat menjadi duta kritik dan simbol kebebasan demokrasi di Bali.
“Kalau saya jadi Gubernur, Kak Onyot ini harus menjadi duta kritik Bali sebagai jaminan kebebasan bersuara dan berdemokrasi,” cetus De Gadjah.
Dalam kesempatan yang sama, Kak Onyot juga mengatakan tujuannya melakukan hal tersebut berdasarkan pengalamannya pernah diintimidasi karena mengkritik salah satu politikus di Bali.
“Ini kan berdasarkan pengalaman dulu pernah mengkritik kepala daerah dan akhirnya ditangkap,” sebut Kak Onyot.
Lebih lanjut, Kak Onyot juga menyebutkan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia ini sedang tidak baik-baik saja, terutama di sosial media.
“Kita tunjukan dulu di Bali bahwa seorang calon pemimpin memberikan sebuah kedaulatan demokrasi untuk rakyat,” sebut influencer TikTok dengan 3 juta pengikut tersebut.
Kak Onyot juga menambahkan dirinya akan terbuka kepada siapapun calon Bupati atau Wali Kota di Bali untuk ikut serta menandatangani komitmen tersebut.
“Kita sih tidak bisa memaksa, kalau seandainya yang di kabupaten juga mau yaa ayo kak siap,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti