Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sutjidra-Supit Cita-citakan Radiator Gamma Untuk Solusi Paska Panen di Buleleng

Dian Suryantini • Rabu, 18 September 2024 | 20:31 WIB
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng, Nyoman Sutjdira dan Gede Supriatna usai melakukan sesi diskusi bersama mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja.
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng, Nyoman Sutjdira dan Gede Supriatna usai melakukan sesi diskusi bersama mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pasangan calon bupati dan wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna memiliki fokus pada pengolahan hasil panen sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi dengan teknik mutasi radiasi seperti radiasi gamma menjadi misinya untuk solusi paska panen di Buleleng. Disebutkan dengan teknologi radiator gamma itu, produk hasil panen dari petani dapat disimpan lebih lama hingga waktu 6 bulan. Solusi itu mereka sampaikan usai menjadi narasumber dalam sebuah forum yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Panji Sakti, Singaraja.

 

Dilansir dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), penggunaan iradiator gamma menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan produk pangan. Radiasi terbukti ampuh dalam memperpanjang masa simpan makanan dan mengurangi kerugian pasca panen hingga 60 persen. Selain itu, teknologi ini juga memberikan kesempatan ekspor dengan menunda proses pematangan pada komoditas buah.

 

Peningkatan kualitas pangan melalui radiasi mencakup perlakuan karantina pada sayuran dan buah segar, pencegahan pertunasan pada bawang dan umbi-umbian, penundaan pematangan buah, pemberantasan serangga pada produk biji-bijian, buah kering, dan buah segar, serta pengurangan jumlah mikroba pada bahan pangan.

Baca Juga: Giri Prasta Wacanakan Pembangunan Subway di Bali, Ekspansi Hingga ke Buleleng

Sutjidra mengatakan, sektor pertanian Buleleng memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau villa menjadi masalah yang sangat krusial. Di samping itu, sawah-sawah banyak yang beralih fungsi menjadi lahan untuk tanaman durian, manggis, hingga perumahan.

 

“Ini menjadi diskusi yang menarik karena ada solusi-solusi yang ditawarkan oleh para akademisi, termasuk dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti,” ujar dokter spesialis kandungan ini, Rabu (18/9) siang.

 

Dalam diskusi tersebut, beberapa usulan untuk menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian disampaikan, termasuk pemberian subsidi pupuk dan bibit, insentif pajak NJOP bagi petani yang masih melestarikan sawah, serta perbaikan dan optimalisasi infrastruktur irigasi subak yang rusak. Hal ini diharapkan dapat kembali menumbuhkan minat menjadi petani di kalangan masyarakat.

 Baca Juga: CATAT! Pasangan Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna Janjikan Ambulans Gratis Kalau Menang Pilkada Buleleng

Salah satu gagasan penting yang juga diangkat adalah hilirisasi produk pertanian melalui pendirian lumbung pangan untuk memastikan petani mendapat kepastian harga dan panen yang stabil.

 

“Kami berharap dengan teknologi paska panen, seperti penggunaan teknologi pengawetan hasil pertanian (radiasi gamma), produk pertanian bisa bertahan hingga 3 sampai 6 bulan,” kata Sutjidra. (dhi)

 

Editor : Dian Suryantini
#teknologi pertanian #radiasi #Supriatna #Sutjidra #calon bupati buleleng