Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Potensi Laut Tabanan Melimpah, Mulyadi-Ardika Rancang Program Nelayan Tangguh

IGA Kusuma Yoni • Senin, 28 Oktober 2024 | 02:56 WIB

 

Paslon Mulyadi-Ardika, Bersih-Bersih Pantai dan Berbagi sembako di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Minggu (27/10).
Paslon Mulyadi-Ardika, Bersih-Bersih Pantai dan Berbagi sembako di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Minggu (27/10).

BALIEXPRESS.ID- Sebagai salah satu penghasil lobsters terbesar sepanjang tahun di pulau Bali, kondisi nelayan di kawasan pesisir selatan kabupaten Tabanan menurut Paslon Bupati dan Wakil bupati Tabanan no urut 1, Nyoman Mulyadi dan Nyoman Ardika saat ini belum memadai.

Menurut Nyoman Mulyadi, potensi perikanan dan kelautan tidak luput dari visi misi yang akan dibawa paslon ini jika memenangkan Pilkada 2024.

Bila terpilih dalam Pilkada 2024 nanti, pasangan Mulyadi-Ardika akan membuat program Nelayan Tangguh.

“Program ini dirancang karena beberapa hal, seperti belum adanya pemetaan kondisi geografis perairan di kabupaten Tabanan yang belum terpetakan,” jelasnya dalam kegiatan bersih-bersih dan pembagian sembako di Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Minggu (27/10).

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM di Tabanan, Mulyadi Janjikan Sekolah Gratis Hingga SMP

Selain itu, faktor penyebab lainnya yang tidak kalah penting adalah factor tenaga kerja.

Dimana Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di kabupaten Tabanan cenderung mengalami penurunan, karena tidak adanya regenerasi tenaga kerja.

Program Nelayan Tangguh ini memiliki konsep pemberdayaan nelayan secara berkelompok untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan.

Melalui program Nelayan Tangguh, para pelakunya bisa merasakan keringanan dalam biaya produksi melalui bantuan-bantuan peralatan sesuai kebutuhan di tiap kelompoknya.

Baca Juga: Setahun Menjabat, Suyadinata Pastikan Masalah Air di Badung Selesai

“Misalnya bantuan alat tangkap ikan, bantuan mesin kapal, bantuan pemasaran ikan, biaya transportasi untuk membeli bahan bakar, dan sebagainya,” bebernya.

Terkadang, sambung Mulyadi, para nelayan memiliki bahan bakar namun mesin yang mereka miliki tidak memadai.

Sehingga, hasil tangkap mereka selalu tertinggal dari nelayan daerah daerah lain yang telah memanfaatkan teknologi canggih.

Menurut Mulyadi, kondisi itu salah satunya disebabkan terbatasnya sarana yang dimiliki.

Seperti contohnya, dengan jukung tradisional, para nelayan di Tabanan tidak mampu menunggu seharian jaring yang mereka pasang. “Belum lagi mesinnya rusak,” imbuh Mulyadi.

Baca Juga: Catat! Tak Melakukan Yadnya Sesa Usai Memasak sama dengan Maling

Selain memberdayakan para nelayan melalui bantuan, Mulyadi dan Ardika juga akan menjalin kerja sama dengan sektor perbankan agar bisa menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi sektor perikanan dan kelautan.

“Hari ini CSR Banyak sekali, tetapi diperuntukkan hal-hal yang sifatnya fisik dan memerlukan biaya perawatan besar. Jarang yang masuk untuk nelayan,” tambahnya.

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
#nelayan #pilkada #tangguh #tabanan #Mulyadi Ardika