Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Debat Terakhir Pilgub Bali 2024 Digelar di BNDCC

Rika Riyanti • Kamis, 14 November 2024 | 22:53 WIB

PILGUB BALI: Anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula
PILGUB BALI: Anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula

 

 

BALIEXPRESS.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali akan menggelar debat ketiga sekaligus terakhir untuk Pilgub Bali 2024 pada Rabu (20/11).

Debat yang akan diikuti dua pasangan calon, Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana dan Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta, ini bertema "Ngardi Bali Shanti lan Jagaditha" dan akan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

"Tema debat yang kami angkat adalah Ngardi Bali Shanti lan Jagaditha," kata Anggota KPU Bali, Anak Agung Gede Raka Nakula dalam acara Coffee Morning Tahapan Pilkada Serentak 2024 di Denpasar, Kamis (14/11).

Baca Juga: 135 Penerbangan Dibatalkan, Bandara Ngurah Rai Tetap Beroperasi, 83 Penerbangan Diantaranya Rute Internasional

Sebelumnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan juga sempat menyebutkan, jika debat ketiga ini menjadi yang paling aplikatif.

"Temanya ‘Ngardi Bali Shanti lan Jagadhita’ yang berkaitan program-program kesehatan, pertanian, dan lain-lain yang sifatnya applied," ungkapnya usai debat kedua. 

Disisi lain, pada pelaksanaan Pilkada 2024, Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (Sirekap) rencananya akan kembali digunakan.

Baca Juga: Pemprov Bali Buka Donasi untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT

Meskipun saat Pilpres sempat mengalami kendala, namun pada Pilkada ini diklaim sudah lebih baik.

Untuk itu, KPU Bali pun melakukan langkah antisipasi kawasan yang mengalami blank spot.

"Karena kami pakai Sirekap, maka kami antisipasi blank spot. Jika ada blank spot, nanti PPK dan PPS akan langsung mencari daerah-daerah yang bisa akses internet," jelas Gede Raka. 

Baca Juga: Cegah Gangguan Operasional Jelang Nataru, Bandara Ngurah Rai Tertibkan Grandong

Gede Raka menyebutkan, dari pengalaman Pemilu sebelumnya, ada 18 TPS yang mengalami blank spot.

Namun, bukan di Bangli atau Karangasem, melainkan di Badung dan Denpasar.

"Malahan Bangli aman dari blankspot. Sehingga kami lakukan antisipasi," bebernya. 

Baca Juga: Jam Terbang Pemain Berusia Muda Ini di Timnas Melebihi Pratama Arhan : Cetak 9 Gol, Digadang Jadi Opsi Pemecah Kebuntuan Lawan Jepang

Menurutnya, sirekap dalam Pilkada ini lebih bagus dari Sirekap saat Pilpres.

Untuk penggunaan Sirekap, pihaknya juga telah menggelar bimtek bagi KPPS.

"Di Pilpres kan gangguan di aplikasinya. Sekarang aplikasi sudah lebih bagus dan sudah jauh hari dilakukan. Saat ini web belum masuk, untuk mobile sudah. Namun belum bisa untuk iPhone," ujarnya. 

Baca Juga: Tidak Kapok Rumput GBK, Thom Haye Janji Selebrasi Knee Slide Jika Cetak Gol Lawan Jepang dan Arab Saudi

Dirinya menambahkan, apa yang ada di Sirekap akan menggambarkan apa yang terjadi di TPS.

"Dengan sirekap permainan tidak ada. Karena kan sudah difoto dan dikirim," tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#kpu #pilgub bali #debat #Sirekap