DENPASAR, BALI EXPRESS - Calon Wakil Gubernur Bali dari paslon nomor urut 01, Putu Agus Suradnyana (PAS), menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di TPS 009 Dauh Puri Kelod, Rabu (27/11).
Kehadirannya di TPS ini menarik perhatian karena PAS dikenal berasal dari Buleleng.
Ketika ditanya mengapa mencoblos di Denpasar, PAS menjelaskan bahwa administrasi kependudukannya kini berada di Denpasar setelah sebelumnya ber-KTP Buleleng.
Baca Juga: Diduga Depresi, Petani Tegallalang Ditemukan Tewas Gantung Diri
Menariknya, ia ke lokasi TPS dengan kendaraan roda dua membonceng sang istri. Keduanya menggunakan setelan kemeja biru.
"Iya karena saya dulu kan KTP-nya pindah ke Buleleng, di Buleleng lama. Perusahaan kembali saya pegang, maunya kerja, nggak maju politik. Pajak juga minta kalau nyerahin bukti pajak, bank, administrasi harus ber-KTP. Dulu KTP saya Banyuatis, ke sana dikirim rekening koran kan bingung akhirnya kembali ke rumah sini, ke rumah dulu di Pulau Alor cuma 100 meter dari sini, makanya naik motor aja. Ada saya bisnis di Buleleng, tapi lebih banyak core-nya di sini," ujar PAS.
PAS berharap pelaksanaan Pilkada yang sempat memanas di media sosial dapat berakhir dengan persatuan kembali.
Baca Juga: Apa Itu Kabut Adveksi yang Gegerkan Warga Bali? Proses Terbentuk dan Dampak Bagi Kesehatan
Menurutnya, banyak persoalan Bali yang memerlukan solusi bersama, termasuk tantangan ekonomi dan lingkungan.
"Harapan saya sebelum acara ini kan seru sekali Pilgub di medsos karena ada buzzer pendukung dan sebagainya. Mudah-mudahan setelah ini bersatu lagi. Banyak sekali persoalan-persoalan Bali yang harus kita selesaikan, siapapun pemenangnya. Tantangannya berat, ketika kita memperbaiki sebentar lagi muncul masalah baru lagi. Harus ada kecepatan menyelesaikan sehingga masalah baru dapat kita imbangi ke depan," kata PAS.
Ia juga menyoroti perlunya pemerataan pembangunan ekonomi di Bali agar tidak terfokus di Denpasar dan Badung yang sudah mengalami over tourism.
"Secara signifikan harus ada kearifan ekonomi baru, jangan terfokus Denpasar, udah overturism kan berat. Kalau kita lihat, Bali masih bisa nampung 12 juta kalau memang disebarkan. Dengan ada bandara Bali Utara dan Celukan Bawang, mudah-mudahan ini bisa mengendorse Karangasem, Bangli, terus Negara, dan Buleleng Barat. Otomatis ketika carrying capacity-nya terjaga, Denpasar dan Badung akan quality tourism, tidak banyak yang datang tapi berkualitas. Nusa Penida juga dikembangkan lebih bagus," jelasnya.
Usai mencoblos, PAS menyampaikan bahwa ia akan bertugas ke Buleleng untuk memantau jalannya Pilkada di wilayah tersebut sebelum kembali ke Denpasar.
"Saya udah bertugas langsung menuju Buleleng. Saya pantau Buleleng dulu karena di sana juga daerahnya luas, biar kita bisa laporan bertanggung jawab sebagai penanggung jawab utara. Kemungkinan nanti sore baru balik ke Denpasar bertemu Made (De Gadjah), di rumah pemenangan sore nanti," ungkapnya.
Baca Juga: TPS Perempuan di Sembiran, Tujuh Anggotanya Sudah Berpengalaman.
Ketika ditanya soal kans kemenangan, PAS mengungkapkan optimismenya, terutama di wilayah asal kandidat.
"Yaa yang pasti di asal kandidat harus menanglah ya," katanya.
PAS juga menegaskan siap menghadapi hasil Pilkada, baik menang maupun kalah.
Baca Juga: Semangat Kakek Nenek 76 Tahun Untuk Nyoblos, Datang Paling Awal Saat TPS Belum Buka.
"Kalau saya semua siap, kalau menang siap bekerja harus berani meluangkan waktu mengurangi beban kerja," tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti