Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang Jadi Tersangka KPK: Dari Dunia Politik ke Kasus Suap Harun Masiku

I Putu Suyatra • Rabu, 25 Desember 2024 | 16:35 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (TANGKAPAN LAYAR IG)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (TANGKAPAN LAYAR IG)

BALIEXPRESS.ID - Nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, mendadak menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku.

Keputusan ini membuat banyak orang penasaran mengenai latar belakang dan perjalanan politik Hasto yang kini tengah terjerat dalam kasus besar ini.

Profil Hasto Kristiyanto: Dari Dunia Pendidikan hingga Karier Politik

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1965. Lahir dari pasangan Antonius Krido Pardjono dan Yohana Sutami, Hasto sejak kecil sudah menunjukkan ketertarikan pada budaya Jawa, terutama cerita wayang dan kisah Mahabharata, yang menginspirasi pandangannya tentang konflik antara kebenaran dan kebatilan.

Masa sekolahnya dilalui di SMA Kolese de Britto, di mana minatnya pada politik mulai berkembang.

Semasa SMA, Hasto aktif di berbagai organisasi dan gemar membaca buku-buku politik.

Setelah lulus, Hasto melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya di Fakultas Teknik Kimia. 

Namun, ketertarikan Hasto pada politik tidak luntur.

Selama kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi dan terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Gagasan Soekarno tentang Indonesia dan politik nasional sangat memengaruhi pandangannya, membentuk ideologi politik yang ia bawa hingga hari ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Hasto berkarier di dunia industri, bergabung dengan PT Rekayasa Industri, sebuah BUMN, sebagai UOA Precommissioning/Commissioning Engineer.

Meskipun sukses di dunia industri, hasrat politik Hasto tak terpadamkan.

Pada 1999, ia memutuskan untuk bergabung dengan PDIP.

Pada 2004, Hasto terpilih menjadi anggota DPR RI dari Jawa Timur dan menanjak di dunia politik.

Kariernya semakin cemerlang, dan pada 2014, ia menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen PDIP, posisi yang ia emban hingga kini.

KPK Tetapkan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka dalam Kasus Suap

Pada 23 Desember 2024, KPK secara resmi menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Harun Masiku, mantan anggota PDIP yang kini masih buron.

Hasto bersama Harun diduga memberikan suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, terkait pergantian antarwaktu anggota DPR.

Penetapan Hasto sebagai tersangka ini mengikuti ekspose perkara pada 20 Desember 2024, setelah pimpinan baru KPK dilantik.

Berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) nomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024, KPK menyatakan Hasto terlibat dalam dugaan kasus suap tersebut.

Reaksi PDIP dan Pernyataan Ronny Talapessy

Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy, menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui informasi penetapan Hasto sebagai tersangka dari KPK.

Ia mengungkapkan belum berkomunikasi langsung dengan Hasto terkait kasus ini, namun PDIP akan segera mengambil sikap resmi setelah melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Dengan penetapan Hasto sebagai tersangka, publik kini semakin menantikan perkembangan selanjutnya terkait kasus ini dan bagaimana perjalanan karier politik Hasto yang sudah berpengalaman akan berlanjut. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#harun masiku #kpk #pdip #Hasto Kristiyanto #suap #ugm