Drama Politik Gianyar: Terlilit Utang Bisnis Fantastis, Ketua PAC PDIP Pilih Angkat Kaki dari Kursi DPRD!
I Putu Suyatra• Kamis, 8 Mei 2025 | 19:56 WIB
GEGARA TERLILIT UTANG : Anggota DPRD Gianyar Nyoman Kandel belakangan ini jarang ke Kantor DPRD untuk mengikuti acara.(istimewa)
BALIEXPRESS.ID - Sebuah gelombang kejutan menerjang panggung politik Kabupaten Gianyar! I Nyoman Kandel, anggota DPRD Gianyar sekaligus Ketua PAC PDIP Payangan, secara mengejutkan memilih untuk mengundurkan diri dari kedua jabatannya yang strategis.
Langkah drastis ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan internal partai.
Surat pengunduran diri Kandel ternyata telah dilayangkan sejak 26 April 2025 lalu, namun baru terungkap ke publik beberapa waktu belakangan.
Apa sebenarnya yang membuat politisi yang dikenal cukup vokal ini memilih mundur di tengah karir politiknya yang tengah menanjak?
Benang Kusut Urusan Bisnis Jadi Biang Keladi?
Tabir misteri sedikit tersingkap melalui pernyataan Ketua DPRD Gianyar sekaligus Sekretaris DPC PDIP Gianyar, I Ketut Sudarsana.
Ia membenarkan kabar pengunduran diri Kandel dan mengungkapkan alasan di baliknya.
"Demi menjaga kehormatan lembaga DPRD dan nama baik partai, beliau memutuskan untuk mundur. Kami menghargai sikap Pak Kandel," ujar Sudarsana dengan nada prihatin pada Rabu (7/5/2025).
Lebih lanjut, Sudarsana menjelaskan bahwa keputusan pahit ini diduga kuat berakar dari permasalahan bisnis pribadi yang tengah membelit Kandel.
Meskipun enggan merinci, Sudarsana mengisyaratkan bahwa persoalan yang dihadapi Kandel cukup berat hingga membuatnya memilih untuk mengambil "jeda" dari hiruk pikuk dunia politik.
Utang Fantastis hingga Gadaikan Kendaraan Orang Lain!
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa I Nyoman Kandel, yang diketahui memiliki bisnis properti, tengah terlilit utang dengan nilai yang fantastis.
Bahkan, demi menutupi "lubang" keuangannya, Kandel dikabarkan sampai menggadaikan kendaraan milik orang lain.
Sebuah tindakan yang tentu saja menimbulkan pertanyaan besar dan spekulasi liar.
Persoalan pelik ini bahkan sempat mencuat dan dibahas di internal Badan Kehormatan DPRD Gianyar.
Namun, besarnya nilai utang yang membebani Kandel diduga menjadi alasan utama mengapa ia akhirnya memilih jalan mundur dan fokus untuk menyelesaikan urusan pribadinya tersebut.
Meskipun pihak partai dan rekan-rekan di DPRD Gianyar mengaku telah berupaya membantu mencari solusi bagi permasalahan Kandel, namun beratnya persoalan membuat mereka akhirnya menghormati keputusannya untuk mundur.
"Kami sudah berdiskusi berkali-kali, baik sebagai fraksi maupun secara pribadi. Tapi karena permasalahannya cukup kompleks, kami memahami dan menghormati keputusannya," jelas Sudarsana.
Kini, nasib pengunduran diri I Nyoman Kandel berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
Setelah melalui kajian oleh Tim 5 DPC PDIP Gianyar dan mekanisme partai, keputusan akhir akan ditentukan melalui tahapan pleno internal di tingkat pusat.
Babak Baru Politik Gianyar?
Mundurnya I Nyoman Kandel, seorang politisi yang cukup berpengaruh di Gianyar, tentu akan membawa dinamika baru dalam peta politik lokal.
Kursi yang ditinggalkannya di DPRD Gianyar dan posisi Ketua PAC PDIP Payangan akan menjadi rebutan dan memunculkan spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikannya. ***