Gebrakan Politik Jembrana! Keluarga Mantan Bupati Winasa 'Hijrah' ke PDIP, Gelombang Loyalis Siap Menyusul?
I Gde Riantory Warmadewa• Selasa, 20 Mei 2025 | 03:16 WIB
I Gede Winasa
BALIEXPRESS.ID - Sebuah kejutan politik mengguncang Bumi Makepung! Keluarga mantan Bupati Jembrana dua periode, I Gede Winasa, secara resmi menyeberang ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana, bersama sang ayah, I Gede Winasa, dan ibundanya, Umi Khalisah.
Keputusan ini bukan sekadar perpindahan partai biasa, melainkan sinyal kuat akan adanya gelombang dukungan besar yang siap meramaikan peta politik Jembrana.
Apa yang membuat keluarga tokoh sentral Jembrana ini memilih "berlabuh" di partai berlambang banteng?
Dalam pernyataan mengejutkannya, Winasa mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah keinginan tulus untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jembrana.
"Kita berpikir berbuat baik untuk Jembrana. Untuk apa kita ada kalau tidak bermanfaat? KTA PDIP ini bisa menjadi sarana berbuat baik, misalnya untuk berobat dan hal lainnya," tegas Winasa, menyiratkan bahwa PDIP kini menjadi kendaraan politik untuk mewujudkan pengabdian yang lebih luas.
Tak hanya Winasa, sang istri, Umi Khalisah, yang sebelumnya aktif di Partai Gerindra, juga telah resmi berganti "jaket" partai.
Langkah ini semakin memperkuat spekulasi tentang arah politik keluarga Winasa ke depan, apalagi Umi Khalisah sempat mencicipi panggung Pemilu sebagai bakal calon legislatif pada tahun 2019.
Menariknya, Winasa dengan tegas membantah bahwa kepindahan mereka ke PDIP dilatarbelakangi oleh ambisi dalam Pilkada mendatang.
"Kami belum punya niatan untuk Pilkada. Kita ingin fokus berbuat sesuatu yang berkelanjutan di PDIP daripada sekadar mengejar siklus politik lima tahunan," jelasnya, memberikan indikasi bahwa fokus mereka saat ini lebih tertuju pada kerja nyata di dalam partai.
Lantas, bagaimana dengan karier politik Ipat, sang Wakil Bupati? Winasa mengakui bahwa strategi politik yang lebih jauh, termasuk masa depan Ipat, belum menjadi prioritas saat ini.
Namun, ia menekankan satu hal yang sangat penting: mengajak seluruh 'gerbong' loyalis Winasa untuk ikut bergabung dengan PDIP.
Sebuah misi besar tengah dipersiapkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang ideologi PDIP kepada para pendukung setia mereka.
Meskipun saat ini baru tiga anggota keluarga Winasa yang secara resmi memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP, Winasa memiliki keyakinan yang kuat akan dampak signifikan dari pengaruh mereka.
"Jangan melihat jumlahnya tiga, kita lihat suaranya," tandasnya dengan penuh optimisme, menyiratkan potensi besar dukungan yang siap mereka bawa untuk membesarkan PDIP di Jembrana.
Apakah "hijrah" politik keluarga Winasa ini akan memicu pergeseran kekuatan yang signifikan di Jembrana? Mampukah "gerbong" loyalis Winasa memberikan kejutan dalam peta politik ke depan?
Kita tunggu saja babak selanjutnya dari drama politik yang semakin menarik di ujung barat Pulau Dewata ini! ***