Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jokowi Sebut Ada Agenda Besar Politik di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran

Wiwin Meliana • Selasa, 15 Juli 2025 | 18:50 WIB

Jokowi tanggapi soal isu ijazah palsu
Jokowi tanggapi soal isu ijazah palsu

BALIEXPRESS.ID-Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan kecurigaannya terhadap munculnya sejumlah isu politik yang dianggap menyerang legitimasi keluarganya.

Isu-isu tersebut antara lain tudingan ijazah palsu dan wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, yang tak lain adalah putranya.

Baca Juga: Babak Baru Dugaan Perselingkuhan Oknum Staf DPRD Buleleng, GA Laporkan Penyebar Video

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada Senin (14/7/2025).

Ia menilai rentetan isu yang menyerang Gibran bukanlah hal yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari “agenda besar politik”.

“Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu-isu ini—ijazah palsu, isu pemakzulan. Ini perasaan politik saya,” ungkap Jokowi.

Jokowi menyebut bahwa dinamika politik seperti ini kerap muncul pasca pemilu, terutama ketika terdapat pihak-pihak yang merasa dirugikan atau tidak puas terhadap hasil kontestasi politik.

Baca Juga: Kantor Pertanahan Klungkung Gelar Mediasi Sengketa Bidang Tanah di Nusa Penida

Ia juga menduga, isu-isu tersebut dimaksudkan untuk merusak reputasi politik keluarga.

“Ya itu buat saya biasa-biasa sajalah. Ini perasaan politik saja,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Salah satu isu yang paling mengemuka adalah wacana pemakzulan terhadap Gibran, yang dilontarkan beberapa pihak setelah ia secara resmi menjabat sebagai Wakil Presiden terpilih mendampingi Prabowo Subianto.

 Jokowi mengakui bahwa isu ini masuk dalam dugaan skenario politik yang lebih besar.

“Termasuk itu. Iya, jadi ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres. Saya kira ada agenda besar politik dan biasa sajalah,” ujarnya.

Terkait kasus dugaan ijazah palsu, Jokowi memastikan bahwa perkaranya kini sedang dalam proses hukum.

Baca Juga: Dandim 1610/Klungkung Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kantor Pertanahan Klungkung

 Ia tidak menyebut secara spesifik siapa yang dimaksud, namun menekankan pentingnya menunggu hasil dari proses penyelidikan dan penyidikan.

“Ini kan sudah dalam proses hukum. Sudah, malah saya baca kemarin sudah dalam proses penyidikan,” jelasnya.

Meskipun menyayangkan munculnya berbagai isu tersebut, Jokowi tidak terlihat panik atau mengambil langkah politik balasan.

 Ia justru menanggapi dengan tenang, menyebut bahwa dinamika seperti ini adalah hal wajar dalam dunia politik, terlebih dalam sistem demokrasi yang terbuka.

Sebagai tokoh yang pernah dua kali memenangi pemilihan presiden, Jokowi memahami bahwa serangan politik merupakan bagian dari risiko yang harus dihadapi oleh siapa pun yang berada di lingkar kekuasaan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#jokowi #pemakzulan Gibran #ijazah palsu #agenda politik