BALIEXPRESS.ID– Mantan Ketua MPR RI Amien Rais kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kali ini melalui kanal YouTube pribadinya.
Baca Juga: Niluh Djelantik Kecam Paralayang di Atas Pura Gunung Payung, Minta Pengusaha Ditertibkan
Dalam tayangan tersebut, Amien menyampaikan sindiran terkait polemik keaslian ijazah Jokowi dengan gaya pantun yang menyita perhatian publik.
Amien membuka kritiknya dengan pantun satir:
"Ada Gazah, ada Zemut..."
Ia kemudian menyampaikan pesan langsung yang ditujukan kepada Jokowi:
"Jadi Mas Jokowi, kalau tidak punya ijazah asli, Anda tidak perlu jadi gazah yang kalang kabut," ucap Amien dalam video tersebut.
Lebih lanjut, Amien Rais menyebut tidak perlu menyebut satu per satu kebohongan yang dimuntahkan oleh Jokowi.
Amien menyebut bahwa Jokowi tidak pernah mengakui bahwa Ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM itu palsu sehingga menyebabkan ia terjatuh dalam lingkaran setan.
“Polisi dan ternak Mulyono sudah memutar otak agar pujaanya itu bisa lolos dari kebohongan ijazah palsu,” jelasnya dikutip pada Senin (04/08/2025).
Baca Juga: Pemkab Bangli Geser Dana Makan Bergizi Gratis Rp2,5 Miliar untuk Program Lain
Pantun tersebut sontak menjadi sorotan di media sosial dan menambah daftar panjang kritik Amien Rais terhadap mantan presiden dua periode tersebut.
Isu keaslian ijazah Jokowi sebelumnya memang sempat menjadi perbincangan publik, meski sudah dibantah dan dijelaskan secara resmi oleh berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan terkait.
Namun, Amien tampaknya tetap menjadikan isu tersebut sebagai salah satu poin kritik utama dalam narasi politiknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi maupun tim hukum terkait pernyataan Amien Rais.
Sementara itu, warganet kembali terbelah dalam menanggapi sindiran tersebut. Sebagian menilai ucapan Amien Rais tak lagi relevan dan cenderung bernuansa politis, sementara yang lain menyebut kritik itu sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Editor : Wiwin Meliana