BALIEXPRESS.ID – Penunjukan kembali Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan untuk periode 2025–2030 oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri disebut bukan keputusan biasa.
Menurut pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia, langkah ini menyimpan sejumlah alasan strategis dan politis yang erat kaitannya dengan konstelasi nasional pasca-Pemilu 2024.
Baca Juga: Penunjukan Hasto Jadi Sekjen PDIP Tuai Reaksi Pegiat Medsos, Sindiran Mengarah ke Jokowi
“Alasan kuat Hasto kembali dipilih oleh Megawati jadi Sekjen PDIP, pertama, adalah untuk merusak hubungan antara Prabowo dan Jokowi,” ujar Heru, Jumat (15/8/2025).
Menurut Heru, meskipun secara terbuka PDIP telah menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Megawati tetap menaruh perhatian besar terhadap posisi dan pengaruh politik Jokowi, yang kini semakin menjauh dari garis PDIP.
Lebih lanjut, Heru yang juga Ketua Kagama Cirebon Raya menjelaskan, penunjukan Hasto sebagai Sekjen juga dimaksudkan untuk membendung langkah-langkah politik Jokowi, baik secara individu maupun lewat jalur kepartaian.
“Sebab, Jokowi sudah terafiliasi politiknya ke PSI. Penunjukan Hasto adalah sinyal bahwa PDIP akan menjaga jarak tegas,” jelasnya.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Kembali Jadi Sekjen PDI Perjuangan Periode 2025–2030, Begini Kata Ganjar Pranowo
Hasto selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap langkah politik Jokowi yang dinilai menyimpang dari garis perjuangan partai, termasuk soal dukungan politik Jokowi ke partai lain dalam Pilpres 2024 lalu.
Alasan ketiga, kata Heru, adalah untuk mempertahankan supremasi politik PDIP dan konsistensi tokoh sentral Megawati-Hasto yang dinilai masih kuat dan berpengaruh dalam peta politik nasional.
“Ketokohan satu paket Megawati-Hasto ini diyakini masih ‘laku’ di kontestasi politik nasional, terutama dalam menghadapi Pilkada dan Pilpres ke depan,” tegas Heru.
Penunjukan ini juga disebut sebagai bentuk konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas partai dan menjaga kesetiaan kader terhadap garis kebijakan partai, terutama setelah dinamika politik pasca-Pemilu 2024 yang sempat membuat PDIP goyah.
Baca Juga: VIRAL! Proyek Belum Rampung, Jembatan Merah PKB Klungkung Diserang 'Rayap Besi'
Sebelumnya diberitakan, Hasto Kristiyanto resmi dilantik sebagai Sekjen PDIP untuk periode ketiga, dalam rapat pleno DPP PDIP yang digelar Kamis (14/8/2025) di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta. Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Editor : Wiwin Meliana