BALIEXPRESS.ID - Salah satu nama pengurus DPC PDIP Kabupaten Klungkung yang cukup menyita perhatian publik adalah I Dewa Putu Griawan.
Pada konfercab DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali, I Dewa Putu Griawan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital. Padahal sebelumnya nama Dewa Griawan dikenal merupakan seorang ASN dengan jabatan terakhir sebagai Kepala BPKPD Klungkung, kemudian memasuki masa pensiun di bulan Agustus 2025.
Meskipun karir politiknya baru seumur jagung, namun ia sudah dipercaya masuk dalan struktur kepengurusan.
Terkait hal tersebut, Ketua DPC PDIP Klungkung Periode 2025-2030 Anak Agung Gde Agung mengatakan bahwa bergabungnya Dewa Griawan ke PDIP diharapkan akan menambah basis suara khusus di Kecamatan Banjarangkan, sesuai dengan asal dari Dewa Griawan yakni Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
"Itu otomatis (menambah suara). Semua kader tugasnya ada yang berhasil buat dirinya, berhasil buat partai, terutama nanti tugas seluruh kader kedepannya memajukan dan mensejahterakan masyarakat," tegas Gung Anom
Sementara itu, Dewa Griawan yang dikonfirmasi terpisah membenarkan jika setelah pensiun ia memang bergabung ke PDIP. "Per Oktober 2025 saya resmi bergabung dengan PDIP," ujarnya.
Menurutnya keputusan untuk terjun ke dunia politik adalah karena keinginan untuk terus bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat. "Kebetulan tugas-tugas sebagai ASN sudah selesai, jadi sekarang mengabdi lewat partai, karena tugas saya cuma Ngayah. Dimana pun kita berada, wajib mengabdi," tegasnya.
Sehingga menurutnya mengabdi lewat jalur ASN maupun politik adalah sama, karena berlandaskan prinsip Ngayah untuk masyarakat. Terlebih pihak keluarga kata dia mendukung keputusannya tersebut. "Keluarga mendukung, selama saya nyaman menjalaninya itu tidak masalah," lanjut Griawan.
Saat ditanya apakah akan Nyaleg kedepannya? Griawan mengaku belum terfikirkan untuk hal tersebut. "Belum ada sih kepikiran kesana (Nyaleg). Biarkan berjalan saja seperti air mengalir dan sesuai garis tangan," tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana