DENPASAR, BALI EXPRESS - Pendaftaran untuk atlet-atlet yang telah mengantongi tiket menuju PON XX/2020 di Papua mendatang diberikan batas hingga bulan Juli mendatang. Pendaftaran itu mencakup entry by number dan entry by name.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua II KONI Bali yang juga Ketua Pelatda KONI Bali, Maryoto Subekti, Minggu (1/3). Untuk entry by number sendiri, berakhir hingga 20 April mendatang. Selanjutnya, langsung ke entry by name hingga akhir Juli.
"Sebenarnya ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang sudah pasti atletnya tampil di PON 2020 tanpa harus pendaftaran itu lagi. Seperti halnya atletik, renang, menembak dan judo. Salah satu alasannya karena olahraga terukur dan menggunakan sistem poin serta data base," tegas Maryoto.
Untuk pandaftarannya sendiri, mengingat PON adalah olahraga multi event, sudah pasti melalui KONI masing-masing di tiap provinsi. Berbeda halnya jika itu single event, otomatis cabor sendiri yang mendaftarkan atletnya.
"Pendaftarannya nanti juga by system. Artinya, KONI Pusat dan PB PON sudah menetapkan atlet-atlet dari cabor mana saja yang sudah lolos dan tidak pusing lagi harus konfirmasi sana-sini. Nanti, tinggal diinput datanya saja. Kalau tidak ada nama yang bersangkutan, ya berarti tidak lolos," terang Maryoto.
Nah, seiring berjalannya waktu, nantinya entry by number atau name itu tergantung dari strategi cabor masing-masing. Karena menyangkut dengan peluang dalam meraih juara atau medali di nomor yang diikuti nantinya.
Terkait soal Pelatda Bali yang telah berjalan saat ini, Maryoto menyebut sudah memasuki tahap tes fisik tahap I. Atlet yang masuk ke Pelatda Bali sekarang sekitar 230 orang. Namun, 17 diantaranya absen saat tes fisik lalu karena berbagai faktor, diantaranya tidak mendapat ijin dari sekolah atau tempat kerja maupun mengikuti kejuaraan di luar daerah.
"Hari Rabu ini (4/3) tes susulan itu digelar. Setelah hasil tes fisik secara keseluruhan didapat, baru bisa menentukan, apakah atlet bersangkutan dipertahankan atau tidak. Kalau diluar dari target, konsekuensinya adalah pencoretan," tandas Maryoto. (dip)
Editor : I Putu Suyatra