Hal ini dijelaskan Ketua Umum Pengprov PRUI Bali, Made Erawan saat dikonfirmasi Kamis (21/7). Menurut Erawan, dengan dihelatnya dua nomor dengan dua kategori itu, otomatis medali emas yang diperebutkan sebanyak 4 keping.
"Sejatinya PRUI Bali mengusulkan agar ada delapan medali emas yang diperebutkan kabupaten/kota dalam Porprov tahun ini. Namun kami legowo karena anggaran KONI Bali yang terbatas, akhirnya disepakati hanya empat medali emas yang akan diperebutkan," ujar Erawan.
Terkait estimasi anggaran yang diperlukan untuk menghelat pertandingan cabor rugby di ajang Porprov, Erawan memastikan siap menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang disiapkan KONI Bali, terlebih Porprov kali ini terlaksana dalam suasana prihatin di masa pandemi. "Untuk budget persiapan dan perlengkapannya sudah serahkan kepada teman-teman TD (technical delegate-red), menyesuaikan dengan anggaran KONI Bali," tegasnya.
Lantas bagaimana persaingan kabupaten/kota nantinya? Kata Erawan, meski emas yang diperebutkan hanya 4 keping, menurutnya bakal sengit. Hal inipun terlihat dari sudah terbentuknya kepengurusan rugby lengkap di sembilan kabupaten/kota. Semua kontingen pun dari hasil pantauannya siap berebut empat medali emas di ajang bergengsi dua tahunan ini. "Rugby merupakan olahraga baru, dan kami melihat perkembangannya sangat pesat. Rekan-rekan di Pengcab benar-benar mempersiapkan atletnya, sehingga persaingan kami prediksi akan sangat ketat," tandasnya sembari mengatakan untuk venue Rugby dihelat di Lapangan Umum Buduk, Mengwi. Editor : I Dewa Gede Rastana