DENPASAR, BALI EXPRESS - Nama Jefferson Mateus de Assis Estacio atau lebih karib disapa Jefferson Assis, dikabarkan akan merapat ke Bali United dalam mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2023/2024. Ini bisa jadi sinyal bahaya Ilija Spasojevic alias Spaso.
Saat ini, Bali United belum mengisi penuh kuota pemain asing mereka untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2023/2024. Pasalnya pemain asing baru terisi lima yakni Brwa Hekmat Nouri, Privat Mbarga, Eber Bessa, Elias Dolah, dan Adilson Maringa.
Namun kepingan terakhir pemain asing itu kini dikait-kaitkan dengan sosok predator Liga Malta atau striker klub Gzira United. Dia adalah Jefferson Mateus de Assis Estacio atau lebih karib disapa Jefferson Assis.
Striker kelahiran Porto Alegre, Brasil pada 21 Oktober 1994 ini kini namanya santer diberitakan akan direkrut oleh Bali United. Bahkan kode kerasnya yakni sang pemain telah mem-follow akun instagram Bali United dan juga pemain senegaranya Eber Bessa.
Klu lainnya adalah sang pemain kerap membagikan pengalamannya berada di Bali lewat Instagram storys nya. Selain itu kode lainnya juga disampaikan admin Bali United saat membalas komentar fan dengan mengatakan bahwa pemain baru itu tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Jefferson Assis dan seberapa garang ia menjadi seorang striker? Dilansir dari transfermarkt.com, Jefferson Assis menjadi top skor Liga Malta di musim 2022/2023 dengan membukukan 20 gol dengan 25 penampilan. Dan secara keseluruhan Jefferson Assis telah tampil sebanyak 148 kali di berbagai klub dengan mencetak 72 gol dan 28 assist. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di liga Brasil maupun Liga Malta sejak tahun 2015.
Jefferson Assis bukan nama baru di sepakbola Indonesia. Sebelum dikabarkan merapat ke Bali United, Assis sempat ingin digaet oleh klub Persebaya Surabaya, namun akhirnya batal.
Jika benar Jefferson Assis menjadi pemain anyar Bali United, tentu sinyal waspada bagi striker Ilija Spasojevic alias karena posisinya bisa saja ditelikung oleh Asiss. Selain itu performa Spaso belakangan ini menurun dan sering dikritik oleh fan karena minim kontribusi maupun menciptakan peluang di depan gawang.
Editor : I Putu Suyatra