DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketika seorang pesepakbola menangisi kepergiannya,itu artinya ada cinta yang hilang dari diri dan juga klub yang membesarkannya. Seperti itulah perasaan Brwa Hekmat Nouri ketika memberikan salam perpisahan dengan rekan-rekannya di Bali United.
Dalam video yang diunggah Bali United di Instagram, dengan mata yang berkaca-kaca, Nouri terlihat terbata-bata mengeluarkan kata-kata terakhir untuk Spasojevic dan kawan-kawan. Mulut dan pikirannya seperti bertempur, apakah harus meneteskan air mata dulu atau berpidato. Air matanya kemudian tak bisa ia bendung. Matanya memerah, kedua tangannya lantas menyeka air yang tak kuasa menetes ke pipinya. Dan kata-kata perpisahan itu pun mulai ia lontarkan.
“Dalam perjalanan, saya sudah menyiapkan pidato, namun ketika sampai di sini semuanya buyar,” ujar Nouri di hadapan pemain Bali United lainnya dengan latar gym.
“Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih. Saya 5 tahun di sini dan Bali United seperti rumahku sendiri. Saya telah bertemu dengan banyak orang untuk waktu yang lama dan berbagi momen senang ataupun sedih. Saya menerima hal seperti ini bahwa ini akan terjadi. Tapi aku hanya ingin kalian tahu bahwa aku sangat menghargai semua momen bersama kalian,” sambung Nouri.
Pada akhir pidatonya, kata-kata yang sangat menyentuh keluar dari mulutnya. “Dalam hati yang paling dalam saya mengucapkan semoga kalian sukses semua. Kalian pemain yang bagus dan kalian juga yang membuat Bali United layaknya rumah saya sendiri,” tutupnya dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Usai menyampaikan salam perpisahan, semua pemain kemudian bertepuk tangan dan memeluk Nouri satu-persatu. Di akhir video, Nouri kemudian berpelukan dengan Mohammed Rashid, pemain baru yang digadang-gadang menjadi suksesornya.
Seperti diketahui, Brwa Hekmat Nouri didatangkan pada tahun 2018 di era pelatih Widodo Cahyono Putro. Nouri pada awal karirnya sempat mandeg dan kurang bersinar, namun setahun berselang atau tepatnya musim 2019, Nouri menjadi kreator sekaligus roh Serdadu Tridatu.
Nouri menjadi gelandang kreatif dengan gaya bermain kalem namun mematikan. Ia kemudian disejajarkan sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah berkarir di Liga Indonesia. Dalam lima tahun masa mengabdinya dengan Bali United, Nouri turut mempersembahkan 2 trofi Liga Indonesia. (*)
Editor : I Made Mertawan