BALI EXPRESS - Ada yang baru pada pekan ke-7 Liga 1 Indonesia. Yakni munculnya nama sang legenda Uston Nawawi pada partai Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya yang akan digelar di Stadion Patrion Chandra Bhaga, Bakasi, Selasa (8/8).
Pertandingan Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya akan disiarkan langsung oleh Indosiar pada pukul 16.00 Wita.
Bagi tim tamu Persebaya Surabaya, pertandingan melawan Bhayangkara FC ini adalah kali pertama dipimpin oleh sang legenda sepak bola era 90-an Uston Nawawi.
Uston Nawawi sendiri adalah pelatihsementara Bajul Ijo –julukan Persebaya setelah manajemen mengistirahatkan Pelatih Kepala Aji Santoso pada dua laga kedepan.
Beban Uston Nawawi jelas tidak ringan. Sebab, dia dituntut memberikan kemenangan yang hilang pada lima laga terakhir.
Terakhir, Persebaya merasakan kemenangan saat saat laga perdana di Stadion Manahan Solo.
Saat itu, Persebaya menang secara dramatis atas Persis Solo dengan skor 2-3.
Setelah itu, Persebaya selalu sulit memetik poin penuh.
Diawali dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu PS Barito Putera di Surabaya. Lalu kalah 2-0 dari PSIS di Semarang, ditahan imbang 2-2 oleh RANS Nusantara FC di Surabaya, takluk 0-1 dari Persija di Jakarta, lalu terakhir adalah kalah 1-2 dari Persikabo 1973.
Yang lebih menyakitkan lagi adalah kekalahan atas Persikabo 1973 terjadi dihadapan publik sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Hasil buruk ini pula yang kemudian membuat pelatih kepala, Aji Santoso akhirnya diistirahatkan.
Keputusan mengistirahatkan Aji Santoso terjadi setelah hasil buruk melawan Persikabu 1973.
Pasalnya, sebelum laga tersebut, manajemen mematok tujuh poin pada tiga laga. Namun, dengan kekalahan tersebut, target tujuh poin dalam tiga laga tak mungkin lagi dicapai.
Akhirnya, manajemen memutuskan untuk menggunakan jasa Coach Uston Nawawi pada dua pertandingan selanjutnya. Yakni saat melawan Bhayangkara FC dan Persita Tangerang.
Dalam situs resmi Persebaya Surabaya disebutkan manajemen mengucapkan terimakasih kepada para supporter yang selama ini memberikan dukungan.
Mereka berharap Persebaya bisa kembali ke jalur yang diharapkan.
Sementara itu Aji Santoso menerima keputusan manajemen dengan lapang dada.
Dia menganggap apa yang terjadi pada Persebaya Surabaya murni kesalahannya.
Untuk itu dia mengambil tanggungjawab terhadap prestasi buruk Persebaya pada awal musim Liga 1 Indonesia.
“Saya sudah bicara dengan manajer bahwa target tiga laga adalah tujuh poin. Dan, pasti sudah tidak lagi tercapai. Saya kembalikan keputusan kepada manajemen. Apapun yang jadi keputusan manajemen saya terima dengan lapang dada. Kesalahan ada pada saya. Ini tanggung jawab saya,” kata Aji Santoso usai timnya dikalahkan Persikabo 1973 dilansir dari Jawa Pos.
Editor : I Putu Suyatra