DENPASAR, BALI EXPRESS - Bermain di kandang sendiri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar harusnya menjadi sebuah keuntungan bagi Bali United saat menghadapi Persik Kediri, Senin (7/8) malam pada pekan ke-7 Liga 1 Indonesia.
Namun nyatanya, setelah unggul 1-0, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra alias Teco lebih memilih bermain bertahan dari serangan Persik Kediri di babak kedua.
Tidak seperti yang diperagakan di 45 menit pertama, Bali United sukses mencetak gol ke gawang Persik Kediri.
Pergantian pemain yang dilakukan Teco Cugurra memang agak nyeleneh.
Di babak kedua, Teco lebih memilih memasukkan pemain bertahan ketimbang pemain yang bertipe menyerang.
Mengganti Kadek Agung Widnyana yang underperform di babak pertama dengan Sidik Saimima memang tepat.
Tapi mengganti Eber Bessa dan M. Rahmat dengan tipe pemain yang lebih bertahan justru sangat membingungkan.
Teco malah memasukkan Ardi Idrus dan Ramdani Lestaluhu. Ardi menempati posisi bek kiri, sedangkan Ramdani justru berada di pos M. Rahmat di sayap kanan.
Padahal Ramdani adalah seorang gelandang. Sedangkan Ricky Fajrin malah ditarik agak ke tengah menjadi gelandang bertahan.
Nyatanya, racikan Teco itu tak sepenuhnya maksimal. Ricky yang tenaganya sudah terkuras habis di babak pertama malah mendapat tugas baru menghentikan pergerakan playmaker Persik, Renan Silva.
Kata Teco, Renan Silva sering membawa bola sendiri sehingga harus ada satu pemain yang me-markingnya.
Dan opsi yang dilakukan Teco adalah menempatkan Ricky sebagai orang yang menjaga Renan Silva.
“Kami (tim pelatih) pasang Ricky sebagai gelandang bertahan agar pertahanan lebih solid dan bagus. Karena saya melihat Renan Silva selalu dapat pegang bola dan tanpa ada pressure ke dia,” sebut Teco usai laga.
Kemudian menempatkan Ardi Idrus sebagai full back kiri, Teco juga memiliki jawaban.
“Ardi punya tenaga lebih segar dan marking yang bagus,” serunya.
Selain kedua nama itu, Teco juga memasukkan Jajang Mulyana untuk menggantikan Kadek Arel Priyatna yang terlihat keteteran.
Tapi yang jadi permasalahan, mengapa Teco Cugurra harus langsung bermain bertahan? Padahal Bali United sedang unggul dan memiliki banyak peluang di depan gawang di babak kedua.
Privat Mbarga yang terlihat deadlock di babak pertama dan kedua masih saja dimainkan.
Kemudian Spasojevic terus mendapat marking dari lawan, belum lagi ia mendapat tugas ikut membantu pertahanan ketika terjadi sepak pojok atau tendangan bebas.
Padahal di bench pemain, ada nama-nama seperti Jefferson Assis (striker), Rahmat Arjuna (winger), Andhika Wijaya (full back kanan), dan Fadil Sausu (gelandang) yang melakukan pemanasan di pinggir lapangan.
Bahkan saat post match press conference, Teco Cugurra justru sangat menyayangkan banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Lantas mengapa tak memaksimalkan penyerangan dan lebih memilih bermain bertahan? Hanya Teco Cugurra yang tahu.
Editor : I Putu Suyatra