GIANIYAR, BALI EXPRESS - Drama dalam tim Bali United terkuak dari sebuah status pribadi yang diunggah oleh Privat Mbarga di media sosialnya.
Kondisi internal tim mengalami perubahan yang mencolok, mulai dari hubungan antar pemain yang terkoyak hingga munculnya grup-grup baru yang menimbulkan tanda tanya besar bagi penggemar Bali UNited.
Status misterius yang diunggah oleh pemain Bali United Privat Mbarga lima hari yang lalu membuat banyak orang penasaran. Apa yang terjadi di dalam tim ini?
Stefano Cugurra alias Teco, pelatih Bali United, akhirnya buka kartu. Bahkan, ia memutuskan untuk mencadangkan Privat Mbarga di babak pertama saat pertandingan melawan RANS Nusantara di Stadion I Wayan Dipta pada Jumat malam kemarin (15/9).
Menurut Teco, keputusan ini diambil karena Privat Mbarga mengalami cedera.
Dalam keterangannya, Teco menjelaskan bahwa Privat telah absen dari latihan selama beberapa hari karena cedera, meskipun dua latihan terakhirnya sudah ikut.
Selain itu, Teco juga ingin memberi kesempatan kepada Irfan Jaya yang sudah lama absen karena cedera untuk kembali bermain.
Terkait status yang diunggah Privat Mbarga di media sosial, Teco menegaskan bahwa masalah internal dalam tim sepak bola seperti pembentukan grup adalah hal yang biasa terjadi.
"Dalam dunia sepak bola, pembentukan grup adalah hal yang wajar. Dalam tim kami, terdapat tiga puluh pemain dengan latar belakang berbeda. Dari pengalaman saya dengan Privat, saya tahu dia adalah pribadi yang baik. Namun, beberapa temannya yang sebelumnya bermain di Liga sudah tidak ada di tim," ungkap Teco dikutip dari Radar Bali.
Teco juga memberi contoh hubungan akrab antara Privat Mbarga dan Willian Pacheco, gelandang bertahan lainnya di tim.
Mereka sering melakukan aktivitas bersama di luar lapangan, seperti makan bersama dan jalan-jalan.
Teco meyakini bahwa Privat merasa kehilangan rekan-rekan dekatnya yang sudah tidak ada di tim lagi, sehingga ia mungkin kesulitan merasa akrab dengan pemain-pemain baru.
Teco juga memahami perasaan Privat terkait munculnya grup-grup baru dalam tim akibat pergantian pemain.
"Hal ini seperti pembentukan grup baru ketika beberapa pemain keluar dan pemain-pemain baru datang ke tim," tambahnya.
Sementara itu, Yabes Roni, pemain Bali United, menegaskan bahwa inkonsistensi tim tidak disebabkan oleh perpecahan internal.
Menurutnya, tim tetap menjaga kekompakan, baik selama latihan maupun di luar lapangan.
Ia berpendapat bahwa status yang diunggah oleh Privat mungkin lebih berkaitan dengan masalah pribadi.
Dengan demikian, tim Bali United menghadapi tantangan internal yang tidak biasa, namun, mereka tetap berusaha menjaga kekompakan dan semangat positif dalam menghadapi situasi ini.
Sebelumnya, seperti yang telah dilaporkan oleh Bali Express, situasi di ruang ganti Bali United tampaknya sedang tidak berjalan dengan baik.
Terdapat indikasi adanya ketegangan antara beberapa pemain yang menciptakan suasana yang tidak harmonis.
Bahkan, salah satu pemain secara terbuka mengekspresikan perasaannya melalui akun media sosial pribadinya.
Pemain yang dimaksud adalah Privat Mbarga. Pemain yang bergabung dua musim yang lalu ini membagikan isi hatinya mengenai kondisi ruang ganti Bali United yang sedang dilanda masalah.
Ia mengatakan bahwa suasana di dalam tim saat ini terkesan seperti semua orang ingin tampil sebagai pahlawan, dan terdapat banyak rumor yang berkembang.
"Dulu, kami adalah keluarga yang bersatu dengan cinta. Namun, sekarang menjadi tim di mana semua orang ingin menjadi pahlawan dan terdapat banyak gosip. Mari kita bersatu dan melanjutkan dengan cinta untuk mencapai banyak hal," kata Privat Mbarga dalam status di media sosialnya.
Postingan Privat Mbarga tersebut dilengkapi dengan video ketika dia mencetak gol pada akhir musim 2020, ketika Bali United menghadapi Persik Kediri dan meraih gelar juara.
Dalam momen tersebut, Privat mencetak salah satu gol penting yang membuatnya disambut dengan sukacita oleh rekan-rekan setimnya, termasuk Spasojevic, Stefano Lilipaly, dan lainnya.
Privat sepertinya menyadari bahwa Bali United saat ini mengalami goncangan, dan terdapat kesan bahwa ada pemain yang mendapat perlakuan istimewa di dalam skuad.
Meskipun ia tidak secara langsung menyebut siapa yang bertanggung jawab atas situasi internal yang kacau, para penggemar mulai berspekulasi mengenai sosok yang mungkin terlibat dalam masalah ini.
Terdapat berbagai pendapat dari para penggemar yang menunjukkan bahwa pelatih Stefano 'Teco' Cugurra diduga menjadi akar permasalahan ini.
Teco diduga memiliki peran penting dalam masalah ini. Melalui pantauan di akun Instagram Bali United, banyak penggemar dari Semeton Dewata yang mulai mengomentari masalah internal yang menjadi perbincangan hangat akibat postingan Privat Mbarga tersebut.
Editor : I Putu Suyatra