Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sanksi AFC Masih Berlaku, Suporter Bali United Tak Bisa Penuhi Stadion Dipta saat Jamu Terengganu FC

I Dewa Made Krisna Pradipta • Minggu, 1 Oktober 2023 | 19:04 WIB
Suporter Bali United menyalakan flare ketika laga AFC Cup 2022 lalu saat menjamu Kaya FC IloIlo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Suporter Bali United menyalakan flare ketika laga AFC Cup 2022 lalu saat menjamu Kaya FC IloIlo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar tampaknya tidak akan bisa menampung 16 ribu lebih penonton saat Bali United menjamu Terengganu FC di ajang fase grup AFC Cup 2023 pada Rabu 4 Oktober 2023 mendatang.

Pasalnya, AFC (Federasi Sepak Bola Asia) memberikan sanksi atau larangan untuk Bali United akibat ulah suporter pada gelaran yang sama setahun lalu.

Sanksi ini berawal ketika Bali United memperoleh hukuman dari AFC pada tahun 2022. AFC menyatakan Bali United terbukti secara sah melanggar Pasal 64.1 dan 65.1 tentang Kedisiplinan dan Kode Etik AFC.

Pelanggaran tersebut terjadi saat laga terakhir babak penyisihan Grup G AFC Cup 2022 antara Bali United dengan Kaya FC Iloilo di Stadion Dipta, Gianyar 30 Juni 2022.

“Bali United FC harus membayar total denda sebesar USD30.000 yang harus diselesaikan dalam jangka waktu 90 hari sejak tanggal keputusan ini dibuat. Keputusan ini diambil berdasarkan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC,” bunyi pernyataan AFC berdasarkan hasil rapat 23 dan 24 Agustus 2022 lalu.

Hukuman itu, selain denda yang cukup terbilang besar dibebankan untuk Bali United, juga berdampak pada laga kandang Bali United di pagelaran kompetisi yang diselenggarakan oleh AFC.

Denda yang dibebankan AFC ke Bali United sebesar USD30.000, jika dirupiahkan sebesar Rp460 jutaan dan sudah dibayarkan oleh manajemen Bali United.

Hukuman ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pada perilaku oknum suporter yang menyalakan flare, bom asap dan kembang api dalam pertandingan fase grup terakhir musim lalu itu.

Selain itu, AFC juga menyayangkan tindakan dari suporter Bali United yang melempar botol minuman, tisu toilet, flare, dan petasan ke area pertandingan di akhir laga serta spanduk bernada penghinaan yang dianggap salah oleh AFC.

Sehingga terdapat hukuman lain yang berdampak jelang laga home di musim ini yaitu hukuman kepada Bali United untuk mengosongkan 75 persen kapasitas stadion pada laga home di pertandingan level AFC.

Artinya laga home Bali United melawan Terengganu mendatang harus menjalankan kewajiban hukuman dari AFC akibat dampak pelanggaran yang dilakukan pada musim lalu.

Jika Bali United kembali melakukan jenis pelanggaran yang sama secara berulang, maka AFC akan memberikan hukuman yang lebih berat. (*)

Baca Juga: Kalender Bali: Seperti Ini Karakter Seseorang Kelahiran Redite Kliwon Medangkungan

 

Editor : I Made Mertawan
#stadion dipta #bali united #afc